3 Jenis Zina dalam Agama Islam, Masuk Dalam Dosa Besar

3 Jenis Zina dalam Agama Islam, Masuk Dalam Dosa Besar

Sebagai seorang muslim tidak mungkin tidak mengetahui kalau zina itu haram dan juga termasuk dosa besar.  Zina adalah  dosa besar setelah dosa syirik dan juga pembunuhan  Allah ta’ala berfirman mengenai dosa zina:

“Dan orang-orang yang tidak menyembah Rabb yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Furqan: 68-70)

Silhouette of couple holding hands at sunset.

Di ayat yang lain allah ta’ala melarang umatnya untuk mendekati zina .  mendekati saja tidak diperbolehkan apalagi sudah sampai melakukan zina, berikut firman allah ta’ala:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra’: 32).

Imam Al Qurthubi berkata, “Para ulama mengatakan mengenakan firman Allah (yang artinya) ‘janganlah mendekati zina’ bahwa larangan dalam ayat ini lebih dari perkataan ‘janganlah melakukan zina’. Makna ayat tersebut adalah ‘jangan mendekati zina’.

Ada 3 jenis  zina yang perlu kita ketahui sebagai berikut:

  1.     Zina Gairu Muhsan

Zina Ghairu Muhshan adalah  zina yang dilakukan oleh seorang pasangan yang belum menikah atau yang belum resmi menjadi sepasang suami istri. Jenis zina harus dihindari, karena pasangan yang belum sah menikah dapat terhasut  godaan dan hawa nafsu, sehingga melakukan perbuatan zina.

  1.     Zina Al –Laman

Zina Al-Laman merupakan jenis zina yang dilakukan oleh seseorang menggunakan pancaindra. Rasulullah pernah bersabda, :

“Telah diterapkan bagi anak-anak Adam yang pasti terkena, kedua mata zinanya adalah melihat, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lisan zinanya adalah berkata-kata, tangan zinanya adalah menyentuh, kaki zinanya adalah berjalan, hati zinanya adalah keinginan (hasrat) dan yang membenarkan dan mendustakannya adalah kemaluan.” (HR. Muslim)

  1.     Zina Muhsan

sepasang suami-istri yang melakukan perbuatan  perselingkuhan sampai melakukan hubungan intim, dinamakan zina muhsan. Jenis perbuatan zina ini terjadi karena melibatkan alat kelamin yang bukan mahramnya.

Padahal, seseorang yang telah memiliki ikatan pernikahan harusnya terus menjaga diri dari orang lain yang bukan mahram. Selain belajar untuk selalu menjaga perilaku dan kesetiaan, setiap aktivitas seksual pun wajib dilakukan oleh pasangan yang sudah sah secara agama.

Cara Bertaubat Dari Zina

 Seseorang yang sudah melakukan zina dan inginnya dosanya diampuni allah subhanahu wa’ ta’ala adalah dengan cara taubat Nasuha, taubat yang tulus.  Dan cara taubat dari zina  dengan memenuhi syarat taubat secara umum.

Allah Ta’ala perintahkan untuk melakukan taubatan nasuha,

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni-murninya).” (QS. At-Tahrim: 8)

Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan mengenai taubat nasuha sebagaimana diutarakan oleh para ulama, “Taubat nasuha yaitu dengan menghindari dosa untuk saat ini, menyesali dosa yang telah lalu, bertekad tidak mengulangi dosa itu lagi di masa akan datang. Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya atau mengembalikannya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 7:323)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *