5 Tujuan Menikah Menurut Hadits Nabi Muhammad SAW

5 Tujuan Menikah Menurut Hadits Nabi Muhammad SAW

Pernikahan merupakan suatu perkara yang mempersatukan dua orang manusia yang dimana akan menjadi sebuah keluarga . di dalam pernikahan  perkara yang dilarang akan menjadi halal dan mendapatkan pahala yang begitu besar. Contohnya  disaat belum menikah kita tidak boleh berpegangan tangan , karena di dalam islam menyentuh lawan jenis itu diharamkan jika belum ada ikatan hubungan yaitu menikah. Sebelum menikah berhubungan bersama wanita yang kita cintai itu  haram hukumnya dan itu termasuk dosa besar yaitu zina. Tetapi disaat sudah terjadi ikatan hubungan yaitu dengan menikah maka hal hal seperti berhubungan intim itu sudah menjadi halal bagi kedua pasangan . dan perkara perkara yang diharamkan saat sebelum menikah. Itu akan menjadi halal setelah menikah dan menjadi sumber pahala.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam Bersabda.

“Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah[1], maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400)

Dalam melakukan sesuatu pasti perlu adanya tujuan yang pasti dan jelas, begitu juga dalam melakukan pernikahan , pastinya ada tujuan yang besar makanya kita disarankan untuk menikah jika kita sudah tidak bisa menahan syahwat kita. Berikut  5 tujuan menikah Menurut Hadist Nabi Shallallahu alaihi wasallam.:

  1.   Mempunyai Keturunan

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau isteri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?” ( QS An –Nahl Ayat 72)

Dari ayat diatas kita bisa menyimpulkan di dalam ajaran islam terdapat tujuan dalam menikah yaitu mendapatkan keturunan yang sholeh dan sholehah supaya nantinya bisa membentuk generasi yang memiliki kualitas yang baik dan bisa menegakkan syariat islam di dalam rumah tangga.

  1.   Memperkuat ibadah kepada Allah

Setelah terjadi pernikahan maka akan terbentuklah keluarga baru. Yang di dalam  rumah tangga yang baru ini perlu kita ketahui kalau keluarga yang kita bentuk merupakan suatu wadah untuk beribadah kepada allah ta’ala serta  beramal sholeh selain melakukan ibadah dan amal sholaeh yang wajib dan sunnah lainnya.  Dan seperti yang kita tahu  konsep di dalam ajaran islam, hidup merupakan suatu bentuk pengabdian dan beribadah hanya kepada Allah ta’ala  saja.

  1.   Menegakkan Rumah Tangga Islam

Pernikahan merupakan tujuan yang suci  di dalam menegakkan syariat islam di dalam kehidupan rumah tangga oleh pasangan suami istri. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk memilih calon yang tepat sebelum melakukan pernikahan. Supaya bisa terbina keluarga sakinah,mawadah, Warahmah.

Di dalam islam juga terdapat tentang adanya Talak (perceraian) jika terjadi sesuatu antara suami dan istri . yang dimana mereka sudah tidak bisa lagi menegakkan syariat-syariat islam di dalam rumah tangganya. Dan di ajaran islam juga ada yang namanya rujuk ( Nikah kembali) jika kedua pasangan merasa sanggup untuk kembali melaksanakan syariat –syariat islam di dalam rumah tangganya.

  1.   Memperkokoh  Akhlak Manusia

Dalam sebuah hadits shahih yang telah diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud, dan Baihaqi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya:

“Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena menikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.”

 Dari  penjelasan hadist diatas  kita bisa mengambil kesimpulan kalau pernikahan adalah suatu hal yang telah disyariatkan di dalam islam, yang dengan melaksanakan pernikahan  seseorang tersebut bisa terhindar dari perbuatan keji dan kotor yang bisa merendahkan atau menurunkan martabatnya.

  1.   Memenuhi Tuntutan Naluri Manusia yang Asasi

Di dalam islam bagi yang telah mampu untuk menikah maka dianjurkan secepatnya , sebab di dalam pernikahan  adalah fitrah manusia serta naluri manusia. Kalau naluri ini tidak terpenuhi melalui jalan yang benar  yaitu menikah,  maka ini akan bisa membuat orang tersebut terjerumus kedalam jalan yang sesat yang dimana jalan ini adalah jalan yang syaitan tunjukkan dan inginkan dari kita sebagai hamba allah ta’ala yaitu  akan melakukan suatu perbuatan yang allah haramkan seperti berzina, kumpul kebo, dan hal –hal lain yang allah haramkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *