6 Masalah Gizi Paling Umum di Indonesia

6 Masalah Gizi Paling Umum di Indonesia

6 Masalah Gizi Paling Umum di Indonesia

Gizi adalah sebuah serat yang sangat penting untuk meningkatkan fungsi organ di dalam tubuh. Gizi juga merupakan asupan yang akan mendukung pertumbuhan anak agar menjadi optimal. Namun di Indonesia masalah gizi masih saja terjadi dan terutama pada anak anak di wilayah bagian timur.

Masalah gizi yang terjadi di Indonesia tentu harus segera diatasi agar nantinya tidak meningkat dan berbahaya bagi anak anak sebagai generasi penerus.

Masalah gizi di Indonesia yang rawan terjadi pada anak

Ada beberapa masalah gizi yang masih kerap kali terjadi yang salah satunya meliputi

  1. Wasting (kurus)

Di Indonesia, anak anak yang memiliki tubuh yang kurus masih cukup banyak ditemukan, apalagi bila dibesarkan di dalam keluarga yang berpenghasilan rendah atau miskin. Tubuh Yang kurus merupakan salah satu gejala yang disebabkan oleh tubuh yang kekurangan gizi.

Kurus akibat gizi kurang dapat meningkatkan risiko anak terkena berbagai penyakit infeksi, dan gangguan hormonal, yang berdampak buruk pada kesehatannya. Masalah ini harus diatasi dengan cara mengkonsumsi makanan makanan dengan gizi yang seimbang.

  1. Obesitas

Masalah gizi selanjutnya yaitu Obesitas. Masalah ini biasanya terjadi pada anak anak yang kurang mendapatkan serat sayur dan buah serta sering mengkonsumsi makanan makanan yang mengandung penyedap rasa yang disertai dengan aktivitas fisik yang kurang. Hal tersebut tentu dapat mengakibatkan pola makan yang tidak sesuai dengan seimbang sehingga menyebabkan resiko kegemukan atau obesitas.

Obesitas dapat meningkatkan risiko anak terkena penyakit hipertensi, diabetes melitus, kanker, osteoporosis, dan kondisi lainnya, yang dapat menurunkan produktivitas dan usia harapan hidup. Masalah gizi yang satu ini dapat diatasi dengan mengkonsumsi makanan buah dan sayur yang disertai dengan aktivitas fisik serta tidur yang cukup.

  1. Stunting (bertubuh pendek)

Di Indonesia, anak anak yang bertubuh pendek masih banyak ditemukan. Umumnya anak anak yang memiliki tubuh pendek (stunting) pada masa kanak-kanak dapat diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis atau kegagalan pertumbuhan. Adapun beberapa dampak yang mungkin saja terjadi pada anak anak yang bertubuh pendek yang salah satunya seperti penurunan kekebalan tubuh, fungsi kognitif, hingga gangguan sistem metabolisme. Gangguan tersebut dapat menimbulkan risiko penyakit hipertensi, obesitas, jantung koroner, dan diabetes melitus.

  1. Anemia

Salah satu penyebab dari gejala gizi lainnya yaitu anemia. Gejala ini terjadi disebabkan oleh kekurangan zat besi di dalam tubuh. Di Indonesia, anak anak yang mengalami anemia atau kekurangan darah masih cukup banyak. Anemia dapat berdampak buruk terhadap penurunan imunitas, konsentrasi, prestasi belajar, dan produktivitas. Namun akan tetapi permasalahan gizi ini dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan tinggi zat besi, asam folat, vitamin A, vitamin C, dan zinc.

  1. Kurang vitamin A (KVA)

Kekurangan vitamin A dapat gangguan pada penglihatan anak. Walaupun masalah ini sudah dapat dikendalikan, kekurangan vitamin A bisa berbahaya. 

Kekurangan asupan vitamin A juga meningkatkan risiko penyakit dan kematian akibat infeksi berat, seperti diare dan campak. 

  1. Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI)

Masalah gizi kekurangan yodium dapat berdampak terhadap kerusakan otak anak anak. Hal tersebut mengakibatkan gangguan pada perkembangan kognitif dan motorik yang dapat mempengaruhi kinerja anak selama belajar. Selain itu, kekurangan yodium pada anak juga dapat memicu hipotiroidisme (rendahnya hormon tiroid) dan penyakit gondok.

Itulah beberapa gejala dan masalah gizi yang paling umum terjadi di Indonesia. Agar terhindar dari masalah gizi, pastikan bahwa anak anak memperoleh asupan gizi yang seimbang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *