7 Contoh Sedekah Jariyah dan Keistimewaannya

7 Contoh Sedekah Jariyah dan Keistimewaannya

7 Contoh Sedekah Jariyah dan Keistimewaannya, Sedekah jariyah adalah sedekah yang pahalanya tidak akan pernah putus yang meskipu pelakunya telah menigngal dunia. Pada dasarnya, sedekah merupakan sesuatu yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain dengan maksud untuk membantu dan berdasarkan karena Allah taala.

Sedekah Jariyah adalah salah satu amalan yang baik yang di mana Allah menganjurkan kita untuk melakukannya. Kebanyakan orang kerap kali beranggapan bahwa sedekah hanya berdasarkan pada materi saja, atau mungkin harta kekayaan yang dimiliki oleh seseorang. Namun untuk melakukan sedekah sebenarnya tidak perlu menggunakan harta saja. Ada banyak hal lain yang bernilai yang dapat menjadi sedekah jariyah

Seperti yang tercantum dalam sebuah hadits berikut:

“Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya wafat ialah ilmu yang disebarluaskannya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskan nya, masjid yang dibina, rumah yang dibina untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan. sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya “(HR. Ibnu Majah).

7 Contoh Sedekah Jariyah

Berdasarkan hadis diatas menjelaskan bahwa ada banyak hal yang dapat disedekahkan selain harta seperti misalnya seperti ilmu yang dimiliki, makanan dan lain sebagainya. maka dari itu, berikut ini kami kami memberikan beberapa contoh dari sedekah jariyah, yang dimana ketika hal hal berikut dilakukan maka bisa menghantarkan pahala yang terus mengalir hingga di hari kiamat nanti.

Membangun Masjid

Seperti yang diketahui masjid adalah tempat untuk beribadah umat muslim, yang dimana masjid adalah rumah Allah yang senantiasa berada di dalam masjid untuk menjaganya. Membangun masjid adalah salah satu bentuk amal yang memiliki pahala yang sangat besar di sisi Allah. 

Meskipun begitu, untuk bersedekah jariyah pun bukan hanya masalah membangun masjid. Juga termasuk pada orang-orang yang mau mewakafkan tanah untuk pembangunan masjid, atau membina masjid agar senantiasa bisa digunakan dengan nyaman oleh masyarakat luas yang ingin beribadah di dalamnya.

Ada salah satu hadits yang mengatakan seperti berikut:

“Barangsiapa yang membangun masjid demi mencari wajah Allah, niscaya Allah bangunkan rumah baginya di surga” (Terdapat dalam Ash-Shahihain). Pun ada juga hadits lainnya yang berbunyi: “Barangsiapa yang membangunkan sebuah masjid kerana Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim).

Membuat Buku yang Bermanfaat

Buku merupakan sarana penting dalam kehidupan masyarakat. Melalui buku kita dapat belajar dan mengetahui berbagai hal baru yang mungkin sebelumnya kita tidak ketahui. Maka dari itu, membuat buku yang mengulas tentang suatu hal yang bermanfaat bisa menjadi amal jariyah.

Inilah kenapa, membuat buku yang bermanfaat, berisi pengetahuan yang banyak, apalagi berisi hikmah dan pelajaran yang bisa meningkatkan ketakwaan seseorang kepada Allah, bisa menjadi sedekah jariyah yang mana pahalanya tidak akan terputus hingga hari kiamat.

Membangun Rumah untuk Para Musafir sebagai Sedekah Jariyah

Sama halnya dengan membangun masjid, membangun rumah untuk Para Musafir juga menjadi amal jariyah yang pahalanya tidak akan terputus. Membangun rumah untuk para musafir yang dimaksud dalam hal ini adalah menolong para musafir atau orang-orang yang sedang berada di dalam perjalanan. Ketika zaman Rasulullah, para musafir atau yang disebut dengan ibnu sabil memanglah banyak sekali. Tidak menutup kemungkinan bahwa saat ini di era modern pun banyak ditemukan para musafir ini.

Begitu pun dengan kita yang memberi minum maupun makan yang tetap bisa dinilai sebagai sedekah jariyah. Sebagaimana hadits berikut:

“Sebaik-baik sedekah adalah memberi air minum.” (HR. Muslim). Hadits lainnya menjelaskan bahwasannya Nabi SAW pernah ditanya bagaimana islam yang baik itu? Lantas, Nabi SAW pun menjawab : “Engkau beri makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal maupun yang tidak kamu kenal.” (Terdapat dalam Ash-Shahihain).

Sedekah di Kala Sehat

Berdasarkan firman Allah yang tercantum dalam Al Quran dengan kutipan ayat berikut menjelaskan:

“Perumpamaan orang -orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai:tumbuh seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al- Baqarah ayat 261)

Dari firman Allah tersebut bisa kita lihat bahwasannya seseorang yang mau menafkahkan hartanya di jalan Allah, dijalan kebaikan, akan diganjar dengan pahala yang sangat berlipat. Bahkan jika dihitung ganjaran yang didapatkannya itu bisa mencapai 700 kali lipat.

Mengajarkan Ilmu

 “Sesungguhnya termasuk amalan dan kebaikan orang mukmin yang masih mengalir pasca kematiannya adalah ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, atau anak shalih yang ditinggalkannya, atau mushaf al-Qur`an yang diwariskannya, atau masjid yang dibangunnya, atau rumah singgah bagi para musafir yang dibangunnya, atau sungai yang dialirkannya, atau sedekah yang dikeluarkan dari hartanya saat sehatnya dan di masa hidupnya, (semua itu) masih mengalir kepadanya pasca kematiannya. ” (HR. Ibnu Majah; Shahih at-Targhib).

Mewariskan Al Quran adalah Sedekah Jariyah

Mewariskan Al Quran juga dapat menjadi sedekah Jariyah, sebab di dalam Al Quran tercantum pedoman hidup manusia selama di dunia, berbagai hal telah dicantumkan di dalam Al Quran. Orang orang yang mampu membaca Al Quran beserta dengan artinya, niscaya ia akan menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.

Itulah menngapa mewarisi Al Quran bisa menjadi sedekah jariyah, sebab kita mewarisi Ilmu yang tercantum pada Al Quran.

Membangun Panti Asuhan

 “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, …,” (Q.S. An Nisaa 4:36)

Tak hanya itu, anak-anak yatim pun merupakan sosok yang kehadirannya sangat diperhatikan oleh Rasulullah SAW. Bahkan dalam sabdanya pun, Rosulullah mengisyaratkan kedekatan antara Beliau dengan anak yatim ibarat jari telunjuk dan jari tengah. (H.R. Bukhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *