7 Makanan Selain Babi yang Juga Diharamkan Dalam Islam

7 Makanan Selain Babi yang Juga Diharamkan Dalam Islam

7 Makanan Selain Babi yang Juga Diharamkan Dalam Islam, Babi adalah salah satu hewan atau binatang yang di dalam ajaran Islam, diharamkan untuk dikonsumsi. Tidak hanya daging, namun makanan atau minuman yang mengandung zat babi tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi.

Sebagai umat muslim, sudah sewajarnya kita mengetahui jenis makanan dan minuman yang diharamkan dalam Islam, agar kita terhindar dari hal hal yang menimbulkan dosa. Berikut ini ada beberapa jneis makanan yang diharamkan Islam selain Babi.

  1. Darah

Dalam Islam, makanan yang mengandung darah mengalir, diharamkan untuk dikonsumsi. Allah SWT berfirman “…kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir…” QS. Al An’am: 145.

Darah yang boleh dikonsumsi hanya darah yang melekat pada daging yang sudah disembelih. Tentunya tata cara penyebelihannya harus yang sesuai dengan ajaran Islam seperti menghadap kiblat, tidak menyaikit hewan dan mengucap nama Allah SWT.

  1. Bangkai

Makan bangkai dalam Islam hukumnya haram, seperti apa yang disampaikan melalui QS. Al-Ma’idah Ayat 3

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوْذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيْحَةُ وَمَآ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْۗ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا بِالْاَزْلَامِۗ ذٰلِكُمْ فِسْقٌۗ اَلْيَوْمَ يَىِٕسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِۗ اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

  1. Hewan yang disembelih untuk sesajen

Memberikan sesajen pada sesuatu merupakan sebuah bentuk penyekutuan atas Allah SWT. Allah SWT sangat mengutuk orang-orang yang dengan percaya diri menyembah berhala di atas tanah ciptaan Allah SWT.

Tidak hanya memberikan sesajen saja, bahkan mengkonsumsi hewan hewan yang dibunuh dengan tujuan untuk disajikan kepada berhala, diharamkan dalam Islam untuk dikonsumsi.

  1. Binatang buas bertaring

Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu Alaihi wa sallam bersabda:

“Setiap binatang buas yang bertaring adalah haram dimakan,” HR. Muslim.

Hewan buas bertaring yang dimaksud adalah hewan seperti serigala, harimau, singa dan hewan buas lainnya. Hal ini disebabkan karena hewan buas merupakan hewan yang berbahaya bagi manusia.

  1. Burung berkuku tajam

Suatu hadist yang menjelaskan tentang hal tersebut bahkan digunakan menjadi dasar beberapa mazhab seperti mazhab Syafi’i, Abu Hunaifah, Imam Ahmad, Abu Daud dan mayoritas ulama lainnya.

“Dari Ibnu Abbas berkata: “Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam melarang dari setiap hewan buas yang bertaring dan berkuku tajam”,” HR. Muslim.

  1. Hewan yang diperintahkan untuk dibunuh

“Dari Aisyah berkata: Rasulullah bersabda: lima hewan fasik yang hendaknya dibunuh, baik di tanah halal maupun haram yaitu ular, tikus dan anjing hitam,” HR. Muslim.

Hewan-hewan yang diperintahkan untuk dibunuh ini dikatakan memiliki racun atau bakteri yang sangat berbahaya jika dikonsumsi. Bahkan efeknya bisa menimbulkan penyakit berat seperti rabies hingga kematian.

  1. Hewan yang mengkonsumsi kotoran

“Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam melarang dari memakan jalal dan susunya,” Hr. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah.

Hewan jalalah bisa saja hewan-hewan yang dihalalkan seperti sapi, kambing, domba, unta, ayam dan hewan lainnya. Tetapi ketika hewan tersebut mengkonsumsi kotoran maka diharamkan atas konsumsinya. Hewan jalalah bisa kembali halal dengan syarat telah dipuasakan selama 3 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *