Apa Hukum Daging Kurban Di Jual ?

Apa Hukum Daging Kurban Di Jual ?

Apa hukum daging Kurban Di jual ? Hukum qurban adalah sunnah ( dianjurkan , tidak wajib)  ini merupakan  pendapat dari mayoritas ulama.   Pendapat dari mayoritas ulama ini dengan  didukung dengan dalil dari hadits Ummu salamah. Nabi shallallahu alaihi wasallam  bersabda

 “ Jika telah masuk 10 hari pertama dari Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian berkeinginan untuk berqurban, maka janganlah ia menyentuh (memotong) rambut kepala dan rambut badannya (diartikan oleh sebagian ulama: kuku) sedikit pun juga. ” (HR. Muslim). Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata, “ Dalam hadits ini adalah dalil bahwasanya hukum udhiyah tidaklah wajib karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian ingin menyembelih qurban …”.  Seandainya menyembelih udhiyah itu wajib, beliau akan bersabda, “Janganlah memotong rambut badannya hingga ia berqurban (tanpa didahului dengan kata-kata: Jika kalian ingin …, pen)”.” (Disebutkan oleh Al Baihaqi dalam Al Kubro).

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Aku pernah melihat Abu Bakr dan ‘Umar tidak berkurban.” (HR. Abdur Rozaq). Ibnu Juraij berkata bahwa beliau berkata kepada ‘Atho’, “Apakah menyembelih qurban itu wajib bagi manusia?” Ia menjawab, “Tidak. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berqurban.” (HR. Abdur Rozaq)

Hukum daging Qurban dijual

Ada sebagian masyarakat  yang masih belum mengerti atau kurangnya ilmu agama pada dirinya  yang belum mengetahui  apa hikmah kenapa disyariatkan penyembelihan qurban selesai hewan  disembelih  daging , kepala, kulit atau kulitnya dijual.

Waktu itu Imam Ahmad mendapat pertanyaan  tentang orang yang menjual daging qurban, beliau  terkejut , lalu berkata,  “  Subhanallah, Bagaimana dia berani menjual padahal hewan tersebut telah ia persembahkan untuk allah tabaraka wa ta’ala “ .

Secara logika  ketika sebuah barang yang sudah kita berikan kepada orang lain bagaimana mungkin kita   mengambil  dan menjualnya lagi.

Imam Syafi’i Mengatakan ,” Jika ada yang bertanya kenapa dilarang menjual daging qurban padahal boleh dimakan? Jawabnya, hewan qurban adalah persembahan untuk Allah. Setelah hewan itu dipersembahkan untukNya, manusia pemilik hewan tidak punya wewenang apapun atas hewan tersebut, karena telah menjadi milik Allah. Maka Allah hanya mengizinkan daging hewan untuk dimakan. Maka hukum menjualnya tetap dilarang karena hewan itu bukan lagi menjadi milik yang berqurban”. Maka dari  itu para ulama melarang keras menjual bagian apapun dari hewan qurban yang telah disembelih; daging, kulit, kikil, gajih, kepala dan anggota tubuh lainnya. Mereka melarangnya berdasarkan dalil-dalil berikut  ini:

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang menjual kulit hewan qurbannya maka kurbannya tidak diterima.” (HR. Hakim dan Baihaqi. Hadis ini dishahihkan oleh Albani)

Melihat dari hadits diatas sangat jelas dan tegas melarang bagi siapapun itu menjual daging qurban walaupun hanya kulitnya saja, karena bisa mengakibatkan  tidak diterimanya qurban dari  pemilik hewan. Nabi Shallallahu alaihi wasallam  Bersabda, “ Janganlah kalian jual daging hewan hadyu ( Hewan yang dibawa oleh orang yang haji di mekkah untuk disembelih di tanah haram ), juga jangan dijual daging qurban. Makanlah dan sedekahkanlah serta pergunakan kulitnya. “ ( HR.Ahmad Al Haitami berkata : hadits ini mursal shahih sanad ). Di dalam hadis ini juga tegas melarang   menjual  daging  hewan qurban.

Ali bin Abi Thalib berkata, “ Nabi memerintahkanku untuk menyembelih  unta hewan qurban miliknya, dan Nabi memerintahkan agar aku tidak memberi apapun kepada tukang potong sebagai upah pemotong”.  ( HR.Bukhari)  

Di dalam hadits diatas menyatakan kalau tidak diperbolehkan untuk memberikan bagian apapun dari anggota tubuh hewan qurban kepada tukang potong yang diperuntukkan sebagai imbalan atas jasanya sebagai pemotong hewan. Kalau saja imbalan tukang potong tidak dibolehkan dengan imbalan hewan qurban  apalagi menjual nya kepada orang lain.

Begitu juga  seseorang yang bekerja sebagai panitia qurban tidak boleh mengambil upah dari hewan qurban. Kalau menginginkan upah dalam mengurus qurban  mintalah kepada pemilik kurban berupa uang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *