Apa Hukum Makan Bekicot dalam Islam, Halal Atau Haram ?

Apa Hukum Makan Bekicot dalam Islam, Halal Atau Haram ?

Apa Hukum Makan Bekicot dalam Islam, Halal Atau Haram ?

Sebagai umat muslim, kita diajarkan untuk selalu berhati hati dalam mengkonsumsi berbagai macam jenis makanan, sebab tidak semua jenis makanan dapat dikonsumsi. Ada makanan yang halal yang dianjurkan untuk dikonsumsi dalam ajaran Islam, dan adapun makanan yang haram yang dilarang untuk dikonsumsi bagi para umat muslim.

Allah SWT telah melarnag kita untuk mengkonsumsi makanan makanan yang harma yang telah disampaikan melalui surat al-Maidah ayat 3:

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala.”

Lalu bagaimana hulumnya jika memakan bekicot.? Apakah dalam ajaran Islam tersebut halal hukumnya atau malah sebaliknya.?

Bekicot merupakan jenis hewan yang masuk ke dalam kategori siput, dan jika dilihat dari habitat tempat mereka tinggal, bekicot dibagi menjadi dua jenis yaitu bekicot darat dan bekicot air.

Menurut pandangan beberapa ulama, sepakat bahwa makan bekicot air hukumnya halal, namun berbeda dengan bekicot darat yang dimana bekicot darat haram hukumnya untuk dikonsumsi.

Ulama yang tegas mengharamkan bekicot darat adalah Imam Ibnu Hazm rahimahullah. la berkata, “Tidak halal memakan bekicot darat dan semua hasyaraat (serangga), serta cicak, semut, lebah, lalat, kumbang, dan seluruh cacing.”

Syekh Muhammad Shalih al-Munajjid hafizhahullah mengatakan: “Adapun yang di darat, termasuk hukum memakan hasyaraat, mayoritas ulama berpendapat haram memakannya”

Berdasarkan dari buku Fiqih Praktis Sehari-hari oleh Farid Nu’man, pengharaman ini didasarkan pada pendapat mayoritas ulama. Mereka berpendapat bahwa bekicot darat termasuk ke dalam jenis hasyaraat yang tidak dip[erbolehkan untuk dikonsumsi berdasarkan ajaran Islam.

Imam an-Nawawi rahimahullah pun menjelaskan pendapatnya, “Pendapat berbagai madzhab ulama tentang hasyaraat yang di darat seperti ular, kalajengking, kumbang, kecoa, tikus, dan semisalnya, menurut madzhab kami adalah haram.”

Namun ada pula pendapat yang memperbolehkan, seperti apa yang disampaikan Imam Malik rahimahullah Dalam kitab al-Mudawanah, salah satu kitab induk madzhab Maliki, dijelaskan:

“Malik ditanya tentang sesuatu di daerah Maghribi (Maroko), yang biasa disebut bekicot, terdapat di gurun, dan menempel di pohon apakah boleh dimakan? Malik menjawab, Dalam pendapatku, sama saja dengan belalang. Jika diambil hidup-hidup lalu direbus atau dipanggang, tidak apa-apa menyantapnya. Namun, jika diambil sudah mati, (itu) tidak boleh dimakan.”

Untuk menyikapi khilafiyah tersbeut, sebaiknya umat Muslim mengikuti pendapat mayoritas ulama. Sebaiknya, ia menghindari memakan bekicot supaya tidak timbul keraguan dalam dirinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *