Apakah Benar Daging Kurban Harus Habis 3 Hari ?

Apakah Benar Daging Kurban Harus Habis 3 Hari ?

Apakah benar daging Kurban harus habis 3 Hari.?  Setelah hari raya  idul fitri maka dalam kurun waktu 60 hari kurang lebih  umat muslim akan merayakan hari raya idul adha atau hari raya kurban dan hari raya haji.  Hari raya kurban ini biasanya masyarakat di kampung akan mendapatkan bagian daging kurban . dari takmir masjid sekitar yang melakukan penyembelihan kurban dan juga dari warga yang melakukan penyembelihan secara pribadi.

Dengan begitu masyarakat akan berlimpah daging kurban di rumah masing –masing. Karena begitu banyaknya maka daging tersebut di simpan di lemari  pendingin. Dan dimasak seperlunya saja untuk hari itu saja.

Adapun beredar  pertanyaan tentang apakah benar daging kurban harus habis 3 hari? Berikut penjelasanya:

Untuk masalah seperti ini para ulama memiliki perbedaan pendapat tentang hukum menyimpan daging qurban melebihi hari tasyrik.

Pendapat Yang pertama: diriwayatkan dari Ali bin abi thalib dan Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhum yaitu  dilarang menyimpan dan mengawetkan daging qurban melebihi hari Tasyrik.

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu pernah berkhutbah ketika shalat idul adha,  melarang menyimpan daging qurban lebih dari tiga hari. Dari Abu Ubaid – mantan budak Ibnu Azhar – beliau menceritakan,

Saya pernah shalat id bersama Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu. Beliau shalat sebelum khutbah. Kemudian beliau berkhutbah, mengingat masyarakat. Beliau menyampaikan,

‘Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kalian untuk makan daging qurban kalian lebih dari 3 hari. Karena itu, janganlah kalian makan (lebih dari 3 hari).’ (HR. Muslim 5210, dan Nasai 4442)

Untuk riwayat dari ibnu Umar,  kalau beliau tidak ingin memakan daging qurban yang telah disimpan lebih dari  tiga hari. Dari salim – Putra Ibnu umar – bahwa ibnu umar mengatakan:

´bahwa rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam  melarang makan daging  sembelihan lebih dari tiga hari.’

Salim bercerita  tentang kondisi bapaknya,

“ Karena itu, Ibnu Umar tidak mau makan daging qurban lebih dari 3 hari “. (HR. Muslim 5214 dan Ibnu Hibban 5924).

 Pendapat Yang Kedua:  dibolehkan untuk menyimpan daging qurban melebihi tiga hari  tasyriq. Pendapat ini adalah pendapat dari mayoritas para ulama di kalangan sahabat, tabi’in , empat Imam Madzhab dan lainnya.

Diantaranya yang diriwayatkan  dari Aisyah  Radhiyallahu ‘anha .  dari Abdurrahman bin Abis dari ayahnya, kalau beliau pernah bertanya kepada Aisyah,

“Benarkah rasulullah Shallallahu alaihi wasallam  pernah melarang makan daging qurban lebih dari tiga hari?

Aisyah menjawab:

Artinya : “ Beliau hanya melarang hal itu karena kelaparan yang dialami sebagian masyarakat. sehingga beliau ingin agar orang yang kaya memberikan makanan (daging qurban) kepada orang miskin. Karena kami menyimpan dan mengambil daging paha kambing, lalu kami memakannya setelah 15 hari.”(HR. Bukhari 5107).

Dalil pendapat ini adalah kalau larangan makan daging qurban lebih dari tiga hari ini sudah dihapus. Berikut hadis yang menunjukkan hal ini antaranya:

  1.       Hadits dari salamah bin al –Akwa’ radhiyallahu ‘anhu, kalau nabi  Shallahu alaihi wasallam Bersabda:

Artinya: “ Barangsiapa yang menyembelih hewan qurban, janganlah dia menyisakan sedikitpun dagingnya di dalam rumahnya setelah hari (Tasyrik) yang ketiga (tanggal 13 Dzulhijjah, pent).” Ketika tiba hari raya qurban tahun berikutnya, mereka (para sahabat) bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah kami melakukan sebagaimana tahun lalu?” Beliau menjawab: “(Tidak), untuk sekarang, silahkan kalian makan, berikan kepada yang lain, dan silahkan menyimpannya. Karena sesungguhnya pada tahun lalu manusia ditimpa kesulitan (kelaparan), sehingga aku ingin kalian membantu mereka (yang membutuhkan makanan, pent)”. (HR. Bukhari no. 5249, dan Muslim no.1974).

  1.   Dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,:

Artinya: “Wahai penduduk kota Madinah, Janganlah kalian makan daging qurban melebihi tiga hari (Tasyrik, tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah, pent)”. Mereka mengadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa mereka memiliki keluarga, sejumlah orang (kerabat) dan pembantu. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(Kalau begitu) silahkan kalian memakannya, memberikannya kepada yang lain, menahannya atau menyimpannya.” (HR. Muslim no.1973).

 Sanggahan:

Sebagian ulama memahami riwayat Ali bin Abi Thalib di atas bahwa ada kemungkinan Ali tidak mendengar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menghapus hukum larangan memakan daging qurban lebih dari 3 hari. (al-I’tibar fi Nasikh wa Mansukh, hlm. 297)

Berdasarkan keterangan di atas, tidak masalah seseorang menyimpan daging qurbannya. Dan dalam hal ini tidak ada batas maksimal penyimpanan. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberikan batas waktu maksimal penyimpanan hasil qurban itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *