Apakah Boleh Puasa Setelah Lebaran

Apakah Boleh Puasa Setelah Lebaran

Apakah Boleh Puasa Setelah Lebaran Setelah menjalani puasa ramadhan selama 30 hari , umat muslim sedunia pastinya akan merayakan hari raya idul fitri yang merupakan hari kemenangan setelah kita melawan dan menahan hawa nafsu, lapar dan haus. Bagi yang benar-benar menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan mereka pasti akan merasakan bagaimana bahagianya .

Setelah puasa ramadhan terdapat puasa sunnah syawal sebanyak 6 hari di bulan syawal. Untuk melaksanakan ibadah sunnah ini, kalian bisa mengerjakan setelah selesai hari raya idul fitri, yang maksudnya puasa di tanggal 2 syawal dan seterusnya .

Dari Abu Ayyub Al Anshari , Nabi shallallahu ‘ alaihi wa sallam bersabda:

Artinya :  “ Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan syawal, maka di berpuasa seperti setahun penuh.”  ( HR. Muslim no.1164)

Imam Nawawi  rahimahullah  berkata . “ menurut ulama Syafi’ iyah , puas enam hari di bulan syawal disunnahkan berdasarkan hadits diatas. Mengerjakannya secara berturut-turut di awal syawal. Jika tidak berturut-turut atau tidak dilakukan di awal syawal, maka itu boleh , seperti itu sudah dinamakan melakukan puasa Syawal sesuai yang dianjurkan dalam hadits. Sunnah ini tidak diperselisihkan antara ulama Syafi’ iyah, begitu pula hal ini menjadi pendapat imam Ahmad dan Daud.” ( Al Majmu’ , 6:276)

Adapun faedah melaksanakan puasa sunnah di bulan syawal sebagai berikut:

Faedah yang Pertama  Puasa Syawal menggenapkan Ganjaran berpuasa setahun penuh

Nabi Shallallahu ‘ alaihi wasallam  Bersabda,

Artinya :  ‘ Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.“  (HR. Muslim no. 1164, dari Abu Ayyub Al Anshari)

Rasulullah Shallallahu ‘ alaihi wasallam  Bersabda:

“Barangsiapa berpuasa enam hari setelah Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal][ QS. Al An’am ayat 160.].”

Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan semisal dan inilah balasan kebaikan yang paling minimal.[ HR. Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, dari Tsauban –bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1007]

Inilah nikmat yang luar biasa yang Allah berikan pada umat Islam. [ Lihat Fathul Qodir, Asy Syaukani,3/6, Mawqi’ At Tafasir, Asy Syamilah dan Taisir Al Karimir Rahman, ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, hal. 282, Muassasah Ar Risalah, cetakan pertama, 1420 H.]

Faedah Yang Kedua: Puasa syawal seperti halnya sunnah rawatib yang dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib.

yang dimaksudkan di sini adalah bahwa puasa syawal akan menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang ada pada puasa wajib di bulan Ramadhan sebagaimana shalat sunnah rawatib yang menyempurnakan ibadah wajib. Amalan sunnah seperti puasa Syawal nantinya akan menyempurnakan puasa Ramadhan yang seringkali ada kekurangan di sana-sini. Inilah yang dialami setiap orang dalam puasa Ramadhan, pasti ada kekurangan yang mesti disempurnakan dengan amalan sunnah.( Lihat Latho-if Al Ma’arif, Ibnu Rajab Al Hambali, hal. 394, Daar Ibnu Katsir, cetakan kelima, 1420 H [Tahqiq: Yasin Muhammad As Sawaas] )

 Faedah Yang KeTiga: Melakukan puasa syawal merupakan tanda diterimanya amalan puasa ramadhan.

Jika Allah subhanahu wa ta’ala menerima amalan seorang hamba, maka Dia akan menunjuki pada amalan sholih selanjutnya. Jika Allah menerima amalan puasa Ramadhan, maka Dia akan tunjuki untuk melakukan amalan sholih lainnya, diantaranya puasa enam hari di bulan Syawal. Hal ini diambil dari perkataan sebagian salaf

Artinya : “Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 8/417, Daar Thoyyibah, cetakan kedua, 1420 H [Tafsir Surat Al Lail])

Jadi kita bisa mengambil kesimpulan untuk menjawab pertanyaan Apakah Boleh puasa setelah lebaran? Jawabanya adalah “boleh”   untuk alasanya kalian bisa membaca secara lengkap artikel diatas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *