Apakah Membakar Kemenyan Dalam Islam Diperbolehkan?

Apakah Membakar Kemenyan Dalam Islam Diperbolehkan?

Apakah membakar kemenyan dalam islam diperbolehkan?  kemenyan  adalah bahan yang jika dibakar akan menghasilkan  wewangian atau biasa disebut juga aroma terapi  yang biasa dipakai oleh sebagian orang.   Dan untuk aromanya ada bermacam-macam.   Pernahkah kita mendengar pertanyaan  apakah membakar kemenyan, gaharu,dupa,buhur dan aroma terapi  diperbolehkan dalam islam jika dilakukan  pada kehidupan sehari-hari?

Dari seorang habib yang sudah dikenal di  negara kita indonesia  yang bernama Habib novel Alaydrus , memberikan penjelasan kalau membakar menyan atau aroma terapi  semua tergantung pada niatnya karena kemenyan termasuk dalam jenis wewangian.

Beliau berkata  jika kita membakar kemenyan  dengan niat untuk mengikuti sunnah nabi Muhammad Shallallahu ‘ alaihi wa sallam , maka perbuatan tersebut sangatlah baik .  beliau juga mengungkapkan  kalau Rasulullah Shallallahu ‘ alaihi wasallam mensunnahkan untuk seorang muslim  selalu dalam keadaan yang harum dan Islam mencintai keharuman serta juga kebersihan.

Oleh karena itu jika disaat membakar kemenyan  dengan bermaksud supaya ruangan menjadi wangi dan harum dan juga dirinya sendiri  maka itu bisa dibilang sunnah.

Syaikh Ali bin Hasan bin Abdul Hamid Al-Halabi menyatakan :

“Dan tidak diragukan lagi bahwa penggunaan Gaharu (orang jawa biasa memakai menyan-pent) adalah merupakan perbuatan para dukun dalam rangka untuk menghadirkan jin dan setan, serta memanggil mereka dengan niat ini. Maka yang seperti ini TIDAK BOLEH.”

Jika dalam penggunaan kemenyan atau gaharu  untuk wewangian dan memanfaatkan bau aroma yang segarnya tidak ada keraguan sama sekali akan kebolehannya  (Manhajusy Syar’i Fi Itsbatil Massi Wash Shor’i : 223).

Kenapa di indonesia masih kebanyakan masyarakat  yang berfikir jika membakar kemenyan itu identik dengan perbuatan musyrik?

Masyarakat kita di zaman terdahulu banyak sekali praktek perdukunan, dan sampai sekarangpun masih ada . dan para dukun tersebut selalu membakar kemenyan saat akan  melakukan ritual perdukunannya seperti ,e,amggil jin/makhluk halus/roh-roh jahat  yang akan dukun tersebut usir.  Dan yang menjadi dukun  tersebut mengaku beragama islam.   dan banyak juga orang islam yang masih percaya dengan praktek perdukunan tersebut  yang dimana  para dukun juga akan membakar kemenyan jika ada permintaan untuk mengguna-guna pengikat sukma, dan juga ritual untuk penyembahan kepada alam  seperti yang dilakukan oleh  nenek moyang   masyarakat batak  di masa yang sudah lampau,  dan ada juga untuk yang beragama kristen  kemenyan akan dibakar untuk  upacara misa dan perbuatan ini haram di dalam islam karena termasuk golongan orang syirik dan  akan mendapatkan dosa yang besar yang tidak bisa diampuni.

Allah ta’ala berfirman:

Artinya:  “dan Barangsiapa menyembah Tuhan yang lain di samping Allah, Padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, Maka Sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.” (Al-Mukminun; 117)

Artinya : “Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) Tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang di’azab.”  (As-Syu’ara; 213)

“Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Luqman; 13).

“ Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”  (An-Nisa; 48)

Bisa kita ambil kesimpulan   dalam membakar kemenyan ,  tidak ada masalah dari kemenyannya tetapi  yang jadi permasalahannya adalah  niat atau tujuannya.  Kemenyan  merupakan suatu benda yang mubah , dikarenakan tidak ada dalil dari alquran dan hadist yang mengharamkannya . jadi untuk menjawab pertanyaan  Apakah Membakar kemenyan di dalam islam diperbolehkan? Maka jawabannya boleh , asalkan  tidak dipergunakan untuk suatu perbuatan yang melanggar syariat islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *