Asuransi Syariah : Halal atau Haram

Asuransi Syariah : Halal atau Haram

Asuransi Syariah : Halal atau Haram Perlu kita ketahui kalau hukum asuransi menurut ajaran islam masih adanya  perbedaan pendapat dari kalangan ulama.tetapi ada sebagian ulama yang memperbolehkan  tetapi ada syaratnya  sesuai dengan prinsip atau syariat islam. telah muncul yang namanya Asuransi Syariah yang sudah sesuai dengan prinsip syariah menjadi  satu pintu gerbang bagi umat dalam memperoleh perlindungan. Pastinya dalam konsep asuransi syariah sangat berbeda dengan asuransi pada umumnya atau yang konvensional . berikut ini akan kita jelaskan konsep dasar asuransi Syariah yang perlu kita ketahui.

  1.       Landasan Alquran

Asuransi syariah dasar hukumnya dari al quran dan al hadist yang kemudian dijelaskan di dalam fatwa Dewan Syariah nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan juga Aturan jasa Keuangan (POJK) dan sangat berbeda dengan asuransi Konvensional yang aturannya berlandasan aturan yang  manusia buat.

  1.       Akad tabarru’

Akad tabarru’ adalah akad yang dilakukan dengan tujuan untuk saling tolong-menolong. Dan bukan dalam tujuan komersial.  Akad ini sangat pas  dengan prinsip syariah  sebab dengan menggunakan akad ini tidak akan adanya Gharar, maysir,riba, zhulm, risywah, barang haram dan juga maksiat. Dalam asuransi syariah yang menggunakan akad tabarru’ dalam melakukan perjanjiannya, tidak terdapat akad jual beli.

  1.       Pengelolaan resiko.

Dalam asuransi syariah pengelolaan resikonya tidak ada yang dirugikan dan tidak ada yang diuntungkan, karena konsep dari awal adalah saling membantu. Maka dari itu setiap resiko yang ada akan ditanggung bersama-sama dengan nasabah yang lain.

  1.       Adanya dewan Pengawas Syariah

Di dalam asuransi syariah adanya kewajiban untuk melengkapi di dalam struktur organisasinya  terdapat Dewan Pengawas Syariah yang dimana mereka bertugas sebagai pemantau jalannya perusahaan supaya tetap pada jalur yang sesuai dengan prinsip syariah.

  1.       Pengelolaan premi /Kontribusi

Pendapatan premi/kontribusi dari nasabah sebagian besar akan masuk ke dalam rekening Tabarru’,  dan untuk biaya atau ujrah bagi perusahaan merupakan sebagian kecil dari kontribusi tersebut.

  1.       Pembayaran Klaim dari dana tabarru’

Dalam asuransi syariah untuk pembayaran klaim  dananya tidak diambil dari dana perusahaan tetapi diambil dari rekening dana tabarru’  . maka dari itu dana perusahaan tidak akan pernah terganggu dan keuangan akan tetap stabil.

 

 

  1.       Penempatan investasi

Investasi di dalam asuransi syariah  tidak dibolehkan ditempat yang mengandung ribawi, tetapi ditempatkan di dalam media yang sesuai dengan prinsip syariah islam.

Jika Asuransi syariah yang terdapat di sekitar kota kita memiliki konsep dasar seperti yang dijelaskan diatas, maka asuransi tersebut insya allah halal jika kita mengikuti nya. tetapi kalau saja tidak sesuai dengan konsep dasar asuransi syariah seperti yang dijelaskan diatas maka haram hukumnya mengikuti asuransi tersebut, berarti  mereka hanya memasang label syariahnya saja tetapi konsep dasar nya masih sama seperti asuransi konvensional lainnya pada umumnya.

Asuransi konvensional terdapat gharar  karena besaran klaim sebagai timbal balik yang akan diperoleh kita tidak mengetahuinya. Padahal rasulullah shallallahu ‘ alaihi wasallam telah melarang jual beli yang mengandung gharar atau spekulasi tinggi  dalam hadits dari abu Hurairah, ia berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari jual beli hashoh (hasil lemparan kerikil, itulah yang dibeli) dan melarang dari jual beli ghoror (mengandung unsur ketidakjelasan)” (HR. Muslim no. 1513).

Allah ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, maisir (berjudi), (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (QS. Al Maidah: 90). Di antara bentuk maysir adalah judi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *