Bagaimana Kita Bisa Menentukan Prinsip Hubungan Kerja Dalam Islam?

Bagaimana kita bisa menentukan prinsip hubungan kerja dalam Islam?

Di dalam Al-Quran tidak ada keterangan yang bisa kita temukan tentang pemberian skema upah dan penentuan kontrak kerja. Apa yang tidak tercantum di dalam Al-Quran berarti telah diserahkan kepada pihak pihak yang terlibat, untuk menentukan sesuai dengan keadaan masing masing.

Lantas bagaimana kita bisa menentukan prinsip hubungan kerja dalam Islam?

Menurut Dr. Irfan Ul Haq, seorang professor Ekonomi Islam lulusan Ph.D dari University of California, Davis,  sebenarnya di dalam Al-Quran ada beberapa prinsip yang dapat dijadikan pedoman dalam semua jenis hubungan antar sesama manusia dan termasuk dalam hal prinsip hubungan kerja dalam Islam.

Nilai Kerja Sebagai Ibadah

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyatakan bahwa “Tidaklah seorang Muslim menanam tanaman lalu tanaman itu dimakan manusia, binatang, ataupun burung, melainkan tanaman itu menjadi sedekah baginya sampai hari kiamat,” HR Imam Muslim Hadis No. 1152.

Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa apa yang telah dikerjakan jika selama itu tidak melanggar prinsip-prinsip syariat, dan berdasarkan ketentuan Islam, dengan keadilan, tanpa eksploitasi, dengan efisien, maka akan menjadi suatu hal yang terpuji yang dapat bermanfaat bagi kehidupannya di dunia serta akan menjadi pahalanya di akhirat.

Etika dan Prinsip Hubungan Kerja Dalam Islam

Untuk menerapkan etika dan prinsip dalam hubungan kerja, kita dapat mengambil point dari QS. An-Nahl Ayat 90

۞اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

  1. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS. An-Nahl Ayat 90)

Dari pernyataan tersebut dapat kita dapat mengambil point bahwa dalam hubungan kerja sebaiknya menekankan tiga prinsip yaitu ‘adl, atau keadilan, ihsan, atau kebaikan,  rahmah, yang berarti rasa empati dan kepedulian.

Sementara sebuah teks hadis yang bersumber dari salah satu sahabat Nabi, Anas r.a., berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Semua makhluk adalah keluarga Allah. Jadi, makhluk Allah yang paling disayangi Allah adalah yang berbuat baik kepada keluarga-Nya,” (H.R. Baihaqi).

Berdasarkan kutipan di atas kita dapat mengambil point penting dapat diterapkan di dalam etika dan prinsip hubungan kerja dengan memberlakukan setiap karyawan layaknya saudara ataupun keluarga sendiri.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *