Bagaimana Tata Cara Pemotongan Hewan Kurban?

Bagaimana Tata Cara Pemotongan Hewan Kurban?

Bagaimana Tata Cara Pemotongan hewan Kurban?  Adapun Adab  Dalam penyembelihan Hewan kurban yaitu:

  1.       Berbuat ihsan ( berbuat baik terhadap hewan)

Dari Syaddad bin Aus, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Artinya : “Sesungguhnya Allah memerintahkan agar berbuat baik terhadap segala sesuatu. Jika kalian hendak membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Jika kalian hendak menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaklah kalian menajamkan pisaunya dan senangkanlah hewan yang akan disembelih.” (HR. Muslim no. 1955.)

salah satu Bentuk Perbuatan Ihsan terhadap hewan qurban adalah tidak memperlihatkan pisau atau  menajamkan pisau dihadapan hewan yang nantinya akan disembelih. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma ,  ia Berkata,

Artinya: ”Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengamati seseorang yang meletakkan kakinya di atas pipi (sisi) kambing dalam keadaan ia mengasah pisaunya, sedangkan kambing itu memandang kepadanya. Lantas Nabi berkata, “Apakah sebelum ini kamu hendak mematikannya dengan beberapa kali kematian?! Hendaklah pisaumu sudah diasah sebelum engkau membaringkannya.”  (HR. Al Hakim (4/257), Al Baihaqi (9/280), ‘Abdur Rozaq no. 8608.  Al Hakim mengatakan bahwa hadits ini adalah hadits shahih sesuai syarat Al Bukhari. Adz Dzahabi dalam At Talkhis mengatakan bahwa sesuai syarat Bukhari. Ibnu Hajar dalam At Talkhis Al Habir (4/1493) mengatakan bahwa hadits ini diriwayatkan secara mursal. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib no. 2265 mengatakan bahwa hadits ini shahih.)

  1.       Merebahkan Hewan di sisi Sebelah kiri, Memegang pisau dengan tangan kanan  dan Menahan kepala hewan ketika akan Menyembelih

Membaringkan / Merebahkan  hewan ini adalah  termasuk perlakuan yang  terbaik kepada hewan dan telah disepakati oleh para ulama. Hal ini berdasarkan dari  hadits ‘Aisyah,

Artinya : “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam meminta diambilkan seekor kambing kibasy. Beliau berjalan dan berdiri serta melepas pandangannya di tengah orang banyak. Kemudian beliau dibawakan seekor kambing kibasy untuk beliau buat qurban. Beliau berkata kepada ‘Aisyah, “Wahai ‘Aisyah, bawakan kepadaku pisau”. Beliau melanjutkan, “Asahlah pisau itu dengan batu”. ‘Aisyah pun mengasahnya. Lalu beliau membaringkan kambing itu, kemudian beliau bersiap menyembelihnya, lalu mengucapkan, “Bismillah. Ya Allah, terimalah kurban ini dari Muhammad, keluarga Muhammad, dan umat Muhammad”. Kemudian beliau menyembelihnya ”  (HR. Muslim no. 1967.)

  1.       Meletakkan kaki di Sisi Leher hewan

Anas Berkata,

Artinya : “ Nabi shallallaahu ’alaihi wa sallam berkurban dengan dua ekor kambing kibasy putih. Aku melihat beliau menginjak kakinya di pangkal leher dua kambing itu. Lalu beliau membaca basmalah dan takbir, kemudian beliau menyembelih keduanya.”  (HR. Bukhari no. 5558.)

  1.       Menghadapkan Hewan Ke Kiblat

Dari Nafi’,

Artinya : “Sesungguhnya Ibnu Umar tidak suka memakan daging hewan yang disembelih dengan tidak menghadap kiblat.” (HR. ‘Abdurrazzaq no. 8585 dengan sanad yang shahih.) Syaikh Abu Malik menjelaskan bahwa menghadapkan hewan ke arah kiblat bukanlah syarat dalam penyembelihan. Jika memang hal ini adalah syarat, tentu Allah akan menjelaskannya. Namun hal ini hanyalah mustahab (dianjurkan).( Shahih Fiqh Sunnah, 2/364.)

  1.       Mengucapkan Tasmiyah (basmalah) dan Takbir

Disaat akan melakukan penyembelihan  maka disyariatkan untuk membaca “Bismillahi wallahu akbar “,  Sebagaimana dalam hadits Anas bin Malik diatas. Untuk bacaan bismillah ( Tidak perlu ditambahi Ar Rahman dan Ar Rahiim) Hukumnya Wajib Seperti yang sudah dijelaskan di muka. Walaupun ada bacaan takbir – Allahu akbar –  Para ulama telah sepakat  kalau hukum membaca takbir ketika menyembelih ini adalah Sunnah dan Bukan Wajib . setelah itu di ikuti dengan bacaan:

          Hadza minka wa laka. “  ( HR.Abu Dawud 2795) atau

          hadza minka wa laka ’anni atau ’an fulan (disebutkan nama shohibul qurban).” Atau

          Berdoa agar Allah menerima qurbannya dengan doa, ”Allahumma taqabbal minni atau min fulan (disebutkan nama shohibul qurban)” (Faedah dari tulisan saudara kami Ustadz Ammi Nur Baits mengenai Fiqih Qurban yang dimuat di muslim.or.id.)

Demikian tata cara pemotongan hewan qurban Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *