Begini Nikmatnya Hidup Sehat dalam Islam

Begini Nikmatnya Hidup Sehat dalam Islam

Begini Nikmatnya Hidup Sehat dalam Islam

Ada dua kenikmatan yang kerap kali dilupakan oleh manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang. Banyak orang yang tidak sadar, betapa nikmatnya sehat yang diberikan oleh Allah SWT. Setelah sakit, barulah mereka merasa betapa pentingnya karunia tersebut.

Nabi Muhammad Saw tak hanya panutan dalam berislam, beliau juga bisa menjadi tuntunan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk ihwal menjaga kesehatan.

Tips hidup sehat ala Rasulullah Saw

Makan makanan yang halal dan baik

Sebagai umat muslim, pastinya nada tahu bahwa dalam islam terdapat istilah haram dan halal terhadap jenis makanan yang dikonsumsi. Bukan hanya sekedar anuran Allah SWT, tetapi juga demi kebaikan dan kesehatan tubuh.

Pakar hadis KH Ali Mustafa Ya’qub dalam Kriteria Halal Haram untuk Pangan, Obat dan Kosmetika Menurut Al-Qur’an dan Hadis menyatakan, di antara bahaya mengonsumsi produk haram adalah

1). Ibadah tertolak

2). Masuk neraka dan 

3). Membahayakan tubuh.

Makan secukupnya

Makan sembarangan dan secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit. Maka dari itu, makanlah secukupnya dan jangan sampai kekenyangan.

Rasulullah Saw bersabda:

“Manusia tidak memenuhi wadah yang buruk melebihi perut, cukup bagi manusia beberapa suapan yang menegakkan tulang punggungnya. Bila tidak bisa, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumnya dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Tirmidzi)

Muhammad bin Abdurrahman bin Abdurrahim Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi bi Syarhi Jami’ At-Tirmidzi menyatakan, menegakkan tulang punggung adalah kiasan, maksudnya agar seseorang tak makan berlebihan, melainkan yang bisa mencegahnya dari sakit, serta dapat menguatkan badan untuk melakukan ketaatan kepada Allah Swt.

Rasulullah Saw juga biasa makan secukupnya, bahkan di akhir usianya, beliau tidak pernah makan sampai kenyang. Sebagaimana pengakuan Aisyah Ra:

“Keluarga Muhammad Saw tidak pernah merasa kenyang karena makan roti atau gandum lebih dari tiga hari hingga beliau bertemu dengan Allah.” (HR. Bukhari)

Jangan begadang, tidur dan bangun di awal waktu

Rasulullah Saw biasanya akan tidur di waktu yang lebih awal, dan beliau akan terbangun di waktu awal untuk mendirikan salat.

Aisyah Ra pernah ditanya mengenai salat malam Rasulullah Saw, ia pun berkata:

“Beliau (Rasulullah Saw) tidur di awal malam dan bangun di akhir malam lalu salat. Kemudian beliau kembali ke tempat tidurnya. Bila muazin sudah mengumandangkan azan (pertama), maka beliau bersegera. Bila saat itu beliau punya hajat (kepada istrinya), maka beliau mandi. Bila tidak, maka beliau hanya berwudhu lalu keluar untuk salat.” (HR. Bukhari)

Berpuasa

Berpuasa tida hanya mengajarkan kita terhadap kesabarab, namun berpuasa juga dapat menjaga kesehatan kita. Selain melaksanakan ibadah bulan suci ramadhan Rasulullah Saw juga biasanya melaksanakan puasa sunnah. Meskipun demikian, Rasulullah Saw sellau mengingatkan umatnya untuk tidak berpuasa secara belebihan sehingga mengabaikan hal hak dari tubuh untuk mendapatkan makanan dan minuman. 

Sebagaimana diriwayatkan Imam Al-Bukhari dalam Shahihnya: Pernah suatu ketika Rasulullah Saw menegur sahabat Abdullah bin Amr bin Al-Ash. “Wahai Abdullah, apakah benar kamu puasa seharian penuh lalu kamu salat malam sepanjang malam?” tanya Rasulullah Saw.

 

“Benar, wahai Rasulullah”

Beliau lalu berkata, “Janganlah kamu lakukan itu, berpuasalah dan berbukalah, salat malamlah dan tidurlah, karena untuk jasadmu ada hak atasmu, matamu punya hak atasmu, isterimu punya hak atasmu dan isterimu punya hak atasmu. Dan cukuplah bagimu bila kamu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan karena bagimu setiap kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa dan itu berarti kamu sudah melaksanakan puasa sepanjang tahun seluruhnya.” 

“Sungguh, aku masih kuat melakukan lebih dari itu ya Rasulullah,” Abdullah bin Amr mencoba bernegosiasi

“Kalau begitu, berpuasalah seperti puasanya Nabiyullah Daud dan jangan lebih dari itu,” ucap Rasulullah Saw

“Seperti apa puasa Nabi Daud?” tanya Abdullah

Beliau bersabda: “Yaitu puasa setengah zaman (sehari puasa sehari berbuka)”

Di masa tuanya Abdullah bin Amr lalu berkata “Duh, seandainya dahulu aku menerima keringanan yang telah diberikan oleh Nabi Saw”

Untuk menyempurnakan kebaikan dan amal saleh selama hidup, kami ingin mengajak anda untuk berdonasi membantu para fakir, dan yatim dalam memenuhi kebutuhan gizi mereka melalui penyaluran makanan sehat dan bergizi dalam rangka memperingati hari kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *