Filsafat Hukum Islam Dari Teori Dan Implementasi

Filsafat Hukum Islam Dari Teori Dan Implementasi

Segala puji bagi allah rabb semesta alam . shalawat  serta salam kepada Nabi kita Muhammad  shallallahu alaihi wa sallam , keluarga , para sahabat dan orang orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman.

Kita akan membahas tentang filsafat hukum islam dari teori dan implementasi. Filsafat Hukum Islam  adalah pengetahuan tentang hakikat, rahasia, dan tujuan Islam baik yang menyangkut materi nya maupun proses penetapannya, atau filsafat yang digunakan untuk memancarkan, menguatkan dan memelihara hukum islam, sehingga sesuai dengan Maksud dan tujuan allah Subhanahu wa ta’ala menetapkannya di muka bumi yaitu untuk kesejahteraan umat manusia seluruhnya.  Dengan filsafat ini hukum islam akan benar-benar  “cocok sepanjang masa di semesta alam” ( salihun likulli zaman wa makan )” .  

Selanjutnya Pemahaman terhadap “Nash Al-Qur’an dan Hadits “,  Ahli hukum  juga di mungkinkan untuk menggali dan menemukan hukum yang berakar pada masyarakat. Upaya ini dalam , ijtihad meniscayakan adanya penalaran yang serius dan mendalam terhadap tujuan ditetapkannya dalam Islam sama pentingnya dengan memahami nas Al- Quran dan Al –Hadist. Tentu tujuan hukum ini juga dipahami dari nilai dan semangat yang terkandung dalam wahyu Allah. Sedangkan peranan akal dan wahyu dalam menetapkan hukum islam merupakan kajian utama dalam filsafat hukum islam.

Teori  dan implementasi hukum islam di dalam kehidupan , bahwa tidak ada satupun unsur-unsur  hukum islam yang mengandung nilai Negatif. Malah sebaliknya pesan-pesan yang  terkandung di dalam Al-Qur’an dan juga hadits yang berintikan satu hal yang sangat positif yang dirumuskan dalam al qur’an yaitu rahmatan  lil ‘alamin , yaitu islam menawarkan kesejahteraan dan kebahagiaan hidup yang hakiki secara universal kepada seluruh manusia, bukan kebahagiaan yang semu dan temporer.

Hukum Islam adalah hukum allah yang menciptakan alam semesta ini, termasuk manusia di dalamnya. Hukumnya pun meliputi  semua ciptaan –nya itu. Ada yang jelas sebagaimana yang tersebut dalam al-Qur ‘an ,ada pula yang tersirat yang berisi fat Zhanni dalam al-Qur’an dan hadist, serta pada hukum Allah yang tersirat dibalik lafadz al-Qur’an dan hadits,itulah ra’yu atau ijtihad manusia yang memenuhi syarat , berperan tanpa batas mengikuti dan mengerahkan perkembangan masyarakat menentukan hukum dan mengalami berbagai masalah yang timbul sebagai akibat perkembangan ilmu dan teknologi yang diciptakannya. 

Penghormatan dan penghargaan kepada setiap orang dalam syariáh berakar pada ditegakkan berdasarkan firman  Allah  dalam al-Qur’an dan petunjuk Nabi  shallallahu alaihi wa sallam. Hak-hak sipil seperti berpendapat , mengeluarkan suara  dan slogan-slogan  yang menuntut persamaan  perlakuan politik yang dikenal sekarang, jauh pada masa awal penyiaran  Islam telah tercermin dalam konsep  syariah yaitu konsep persamaan dan keadilan . Kriteria penghormatan  dan kemuliaan seseorang hanyalah taqwa, pengabdian pada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Al-Qur’an memperkenalkan satu konsepsi  hukum yang bersifat integral ,  Di dalamnya terpadu antara aqidah dan moral , terpadunya dengan hukum  dalam rumusan yang diajarkan  al-Qur’an . dengan sifatnya yang demikian, maka hukum islam memiliki kekuatan sendiri yang tidak tergantung pada adanya sesuatu kekuatan sebagai kekuatan pemaksa dari luar hukum tersebut.

Perlu diketahui  sumber hukum islam yang disepakati oleh para ulama terdapat dari empat sumber yaitu Al- Quran,Hadist, Ijma, dan juga Qiyas.   Dalam pengambilan aqidah alquran dan juga hadist sunnah rasulullah shallallahu alaihi wa sallam .

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *