Hakikat Fitrah Manusia Dalam Islam

Hakikat Fitrah Manusia Dalam Islam

Manusia fitrahnya  selalu menginginkan sesuatu yang telah direncanakan selalu berjalan dengan baik  dan lancar tanpa adanya  halangan yang menghadang . dan berakhir dengan   kehidupan yang bahagia. Tetapi  telah kita ketahui kalau   segala sesuatu tidak ada yang berjalan dengan mulus karena manusia hanya bisa berencana, tetapi allah Subhanahu wata’ala  yang menentukan semuanya. Dan jika kita ingin merasakan kebaikan dan kebahagiaan , maka keimanan adalah jalan untuk meraihnya.

Allah Berfirman (yang Artinya),  “Barangsiapa yang melakukan amal saleh baik dari kalangan laki-laki atau perempuan dalam keadaan beriman, niscaya Kami akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik.” (An-Nahl : 97).

Keberuntungan dan kebahagiaan sejati hanya akan bisa dirasakan oleh hamba-hambanya yang beriman.  Yang  terdapat di dalam alquran . Allah Berfirman

Artinya: “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran.” (Al-’Ashr : 1-3).

Orang yang beruntung  di akhirat nanti  adalah orang yang selalu menjalankan kehidupan  di dunia dengan meyakini tauhid dan juga keimanan. Dan dalam menuju  kebahagiaan  perlunya menanam benih-benih iman dan memupuk nilai-nilai tauhid . Allah Berfirman :

Artinya: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuri iman mereka dengan kezaliman/syirik, mereka itulah yang akan mendapatkan keamanan, dan mereka itulah orang yang mendapatkan petunjuk.” (Al-An’am : 82).

Manusia yang tadinya selalu berbuat dosa  dan kemudian mendapatkan hidayah mulai menjalankan semua perintah nya dan menjauhi larangannya. Maka ia akan selamat dari kehancuran  dan anugerah hidayah adalah hadiah terbesar yang allah berikan kepada manusia yang beriman dan tunduk kepada Ar- rahman. Allah berfirman :

Artinya : “Maka barangsiapa yang mengikuti petunjukKu niscaya dia tidak akan sesat dan tidak pula celaka.” (Thaha : 123).

TAUHID

Tauhid adalah suatu hal yang sangat urgen /penting. Karena tauhid merupakan pondasi keseluruhan amalan. Segala amalan yang dikerjakan jika tidak di pondasi dengan tauhid maka amalan tersebut sia-sia. Mau amalan sholat, puasa,zakat, haji dan yang lainnya  semua amalan yang disebutkan dan yang tidak  disebutkan akan diterima jika manusia tersebut   bertauhid. Kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Allah Berfirman , Artinya:

““Barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Rabbnya, hendaklah dia melakukan amal shalih, dan janganlah ia mempersekutukan dalam beribadah kepada Rabbnya dengan sesuatu apapun.” (Al-Kahfi : 110).

Hindari syirik karena sebesar apapun amalan yang manusia perbuat di hadapan allah Subhanahu wa ta’ala  jika sudah bercampur dengan kesyirikan maka amalan tersebut akan menjadi sia- sia  dan secara fitrah manusia akan merasakan penyesalan . Allah Berfirman :

Artinya: “ Dan Kami hadapi segala amal yang dahulu mereka kerjakan, kemudian Kami jadikan ia bagaikan debu yang beterbangan.” (Al-Furqan : 23).    

syirik bisa menyebabkan  manusia kekal berada di dalam neraka. Syirik bisa menghapus amal da kebaikan yang dimana manusia meraihnya dengan bekerja keras dan mendapat kebaikan yang telah ia lakukan . tetapi ketika syirik menghampiri semua itu akan sirna . Allah Berfirman

Artinya: “Sesungguhnya barangsiapa yang mempersekutukan Allah maka sungguh Allah haramkan atasnya surga dan tempat tinggalnya adalah neraka, dan tidak ada bagi orang-orang zalim itu penolong.” (Al-Maidah : 72).

 Hakikat fitrah manusia dalam islam  ingin mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Tetapi manusia selalu ingin  yang mudah saja tidak ingin adanya ujian yang dimana ujian itu bisa menambah keimanan dan pahala yang allah Subhanahu wa ta’ala  berikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *