Hal Yang Boleh Dilakukan Ketika Bulan Muharram

Hal Yang Boleh Dilakukan Ketika Bulan Muharram

Hal yang boleh dilakukan  ketika bulan Muharram. pada bulan muharram ini merupakan ladang beramal bagi orang yang benar bersungguh-sungguh mempersiapkan hari esoknya. Ketika memulai awal tahun dengan ketaatan, supaya bisa melangkah da juga menatap masa depan dengan optimis.

Abu Utsman an-nahdi mengatakan :

 “adalah para salaf mengagungkan tiga waktu dari sepuluh hari yang utama : sepuluh hari terakhir bulan ramadhan , sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dan sepuluh hari pertama bulan muharram “ (Lathoiful Ma’arif hal.80)

Berikut ini adalah hal yang boleh dilakukan Ketika bulan Muharram yaitu dengan memperbanyak amalan :

  1.   Puasa

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam  mendorong umatnya untuk melakukan puasa bulan Muharram Sebagaimana Sabdanya,

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah).

Imam Nawawi –rahimahullah– menjelaskan, “Hadits ini merupakan penegasan bahwa sebaik-baik bulan untuk berpuasa adalah pada bulan Muharram.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 55)

dan dalam  satu bulan muharram hari yang lebih afdhol adalah puasa hari ‘Asyura yaitu 10 Muharram.

Abu Qatadah Al Anshari berkata,

“Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”(HR. Muslim no. 1162).

Di dalam rangka menyelisihi  yahudi , ketika diperintahkan  berpuasa pada hari sebelumnya, yaitu puasa pada hari kesembilan (tasu’a) Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata bahwa ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melakukan puasa hari ’Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,

“Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani.” Lantas beliau mengatakan,

“Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)- kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan,

“Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.” (HR. Muslim no. 1134)

  1.   Memperbanyak Amalan Shalih

Sebagaimana perbuatan dosa pada bulan ini akan dibalas dengan dosa yang besar maka begitu pula perbuatan baik. Bagi yang beramal shalih pada bulan ini ia akan menuai pahala yang besar sebagai kasih sayang dan kemurahan Allah kepada para hambanya.

ni adalah keutamaan yang besar, kebaikan yang banyak, tidak bisa dikiaskan. Sesungguhnya Allah adalah pemberi nikmat, pemberi keutamaan sesuai kehendaknya dan kepada siapa saja yang dikehendaki. Tidak ada yang dapat menentang hukumnya dan tidak ada yang yang dapat menolak keutamaanNya (at-Tamhid, Ibnu Abdil Barr 19/26, Fathul Bari, Ibnu Hajar 6/5)

  1.   TAUBAT

Taubat adalah kembali kepada Allah dari perkara yang Dia benci secara lahir dan batin menuju kepada perkara yang Dia senangi. Menyesali atas dosa yang telah lalu, meninggalkan seketika itu juga dan bertekad untuk tidak mengulanginya kembali. Taubat adalah tugas seumur hidup.( Lihat hukum-hukum seputar taubat dalam risalah Hady ar-Ruh Ila Ahkam at-Taubah an-Nasuh, Salim bin Ied al-Hilali.)

Maka kewajiban bagi seorang muslim apabila terjatuh dalam dosa dan maksiat untuk segera bertaubat, tidak menunda-nundanya, karena dia tidak tahu kapan kematian akan menjemput. Dan juga perbuatan jelek biasanya akan mendorong untuk mengerjakan perbuatan jelek yang lain. Apabila berbuat maksiat pada hari dan waktu yang penuh keutamaan, maka dosanya akan besar pula, sesuai dengan keutamaan waktu dan tempatnya. Maka bersegeralah bertaubat kepada Allah (Lihat Majmu Fatawa 34/180 oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *