Hukum Berghibah dan Mendengarkan Ghibah

Hukum Berghibah dan Mendengarkan Ghibah

Ghibah memiliki hukum haram dan tidak diperbolehkan untuk membicarakan orang lain seperti membicarakan suatu perbuatan yang tidak baik untuk dibicarakan. Orang yang berghibah akan menghabiskan amalannya sendiri . dan adapun hukum mendengarkan ghibah  adalah  haram, karena jika kita mendengarkan  ghibah, kita sama saja menjadi pemicu untuk orang tersebut meng ghibahi orang lain.

Jika kita disaat sedang berkumpul  saat kajian ilmu dan ternyata ada satu teman kita yang memulai memancing agar obrolan nya menghibahkan teman kita yang tidak tidak hadir kajian, maka kita wajib mengingatkannya agar tidak berlanjut ghibahnya. Tetapi jika sudah kita peringatkan dan ternyata orang tersebut menyangkal. Alangkah baiknya kita menyingkir  atau meninggalkannya , supaya kita tidak mendengarkan ghibah. Karena kalau kita tetap ikut kumpul maka kita juga akan terkena dosa ghibah. Pastinya syaitan akan lebih bekerja keras untuk menggoda kita supaya ikut melakukan ghibah.

Kita sebagai seorang muslim yang selalu taat akan perintah allah Subhanahu wa ta’ala  lebih baik meninggalkan suatu perbuatan yang tidak bermanfaat untuk dunia dan akhirat, atau perbuatan yang bisa menjerumuskan diri ke dalam dosa sebab segala perbuatan nantinya akan diminta pertanggungjawaban. Allah Subhanahu wa ta’ala Berfirman

“Dan janganlah kalian mengikuti apa yang kalian tidak mengetahuinya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati itu semua akan ditanyai (dimintai pertanggungjawaban).” [QS. Al-Isra’: 36]

dan disebutkan di dalam ayat a;quran yang lain

“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” [QS Al-Mukminun (23): 3].

Semua yang manusia kerjakan di dunia ini   allah ta’ ala pasti mengetahuinya, walaupun kita berbisik  menggunakan isyarat ataupun kata –kata sandi rahasia, allah pasti tahu apa yang kita maksud seperti yang Allah Subhanahu wa ta’ala Berfirman:

“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”. [QS.Qaf : 18]

Ghibah merupakan suatu perbuatan yang sangatlah buruk,al imam An-nawawi rahimahullah mengatakan sebagai berikut:

“Ketahuilah, bahwasanya ghibah adalah seburuk-buruknya hal yang buruk, dan ghibah merupakan keburukan yang paling tersebar pada manusia, sehingga tidak ada yang selamat dari ghibah ini kecuali hanya segelintir manusia” (Tuhfatul Ahwadzi, 63)

Di dalam kitabnya Al-Adzkar imam nawawi juga mengatakan:

”Ketahuilah bahwasanya ghibah itu sebagaimana diharamkan bagi orang yang menggibahi, diharamkan juga bagi orang yang mendengarkannya dan menyetujuinya.”

Maka dari itu seorang muslim hukumnya haram kalau melakukan perbuatan mendengarkan atau menyetujui ghibah. Kita sebagai muslim memiliki kewajiban untuk melarang saudara seiman kita untuk memulai mengghibah, tetapi kalau ada rasa takut terhadap orang yang akan kita kasih peringatan, maka jalan satu-satunya adalah meninggalkan majelis tempat ghibah tersebut kalau memungkinkan. Tetapi kalau saja tidak bisa meninggalkan majelis tersebut . wajib bagi kita untuk mengingkari ghibah yang sedang berlangsung dengan hati kita.

Kalau saja kita bisa mengingkari ghibah  dengan lisan kita , maka kita memiliki kewajiban untuk memotong pembahasan ghibah tersebut dengan mengganti pembahasan yang lain. Kalau kita tidak melakukannya dan kita hanya bersikap diam saja itu sama saja kita menyetujui maksiat atau dosa tersebut .

Kebanyakan pada kenyataanya  kita sering tidak bisa melarang atau menginginkan agar tidak melakukan ghibah dan kita tidak meninggalkan majelis tersebut.  Jika terjadi kondisi seperti ini maka kita bisa melakukan berdzikir kepada Allah Subhanahu wa ta’ala  agar kita tidak fokus mendengarkan ghibah tersebut. Dan dengan berdzikir insya allah kita akan mendapatkan pahala dari allah ta’ ala

Haram hukumnya untuk mendengarkan dengan seksama pembicaraan ghibah

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *