Hukum Memajang Foto Dirumah Menurut Pandangan Islam

Hukum Memajang Foto Dirumah Menurut Pandangan Islam

pandangan islam dalam menanggapi tentang memajang foto di rumah, jika yang di pajang adalah foto makhluk hidup atau makhluk bernyawa (manusia dan hewan ) hukumnya terlarang  , berdasarkan dari dalil yang   menyebutkan larangan memajang foto makhluk bernyawa. Diantaranya sabda dari nabi shallallahu ‘ alaihi wa sallam :

Yang artinya : “ sesungguhnya para malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang terdapat gambar di dalamnya “  ( HR bukhari :3224 dan Muslim : 2106 )

Memang di dalam membahas masalah seperti ini di kalangan ulama pun memiliki  perbedaan pendapat mengenai hukum memajang foto di dalam rumah.  Sebagian ulama ada yang mengatakan kalau memajang foto dirumah hukumnya haram. Yang dijadikan dasar adalah hadits rasulullah Shallallahu ‘ alaihi wa sallam, bersabda:

Yang artinya “ orang yang paling keras azab di hari kiamat disisi allah , adalah tukang gambar. “  ( HR Bukhari dan muslim).

Di dalam buku Induk Fiqih Islam nusantara, memajang foto atau  lukisan  di dalam rumah memiliki  hukum boleh dikarenakan kedua benda tersebut tidak mempunyai bayangan.. Namun yang tidak diperbolehkan atau diharamkan adalah sesuatu yang memiliki bayangan seperti patung. Dan  untuk hukum memajang patung  semua sepakat keharamannya kalau  patung tersebut dibuat seluruh tubuh. Namun kalau hanya patung hanya kepala saja maka di hukumnya  boleh. Karena jika ia hidup tidak akan bisa hidup jika hanya dengan kepala saja.

Syekh Wahbah Az Zuhaili dalam kitab Al – Fiqhul Islami wa adillatuhu juga membolehkan memajang foto yang dihasilkan dari kamera di rumah. Menurutnya tidak ada larangan untuk fotografi asal konten foto tidak melanggar ketentuan syariat islam. jadi jika yang dipajang adalah foto-foto yang baik seperti foto keluarga, maka hukumnya adalah boleh

Di dalam buku Fikih sirah oleh Dr Said Ramadhan  al Buthi,terdapat jenis pandangan mengenai  hukum memajang foto dirumah  sebagai berikut

  1. Surah dari Mujassimah atau sesuatu yang memilikinya apabila dijadikan lukisan dan memajang di dalam suatu ruangan, maka hukumnya haram.
  2. Gambar atau lukisan yang mutlak dan juga haram di jadikan pajangan seperti makhluk yang tidak bernyawa seperti pohon gunung yang masih diperbolehkan
  3. Gambar yang memiliki nyawa, tetapi tidak memiliki bentuk , tidak diperbolehkan untuk di pajang. Seperti halnya lukisan manusia, burung, bernyawa tetapi tidak terbentuk.namu kalau saja kita melihat di rumah orang lain  ada pajangan foto, maka kita jangan terlalu kelas yang bisa membuat kita takut ada khilaf
  4. Untuk gambar yang bukan dari buatan manusia atau disebut dengan fotografi , belum ada kepastian  untuk masalah hukumnya. Contohnya para ulama  di india, sangatlah keras dan mengharamkan gambar karena  berhubungan dengan sembahan agama asli negara tersebut.maka walaupun alat yang membuatnya masih belum jelas hukumnya haram atau tidak
  5. Yang menyerupai tubuh tidak dibolehkan di pajang di dalam rumah. Contoh boneka yang dimainkan anak –anak  tetapi kalau tujuannya hanya sekedar untuk mainan maka dibolehkan

 Syaikh Muhammad bin shaleh Al Utsaimin rahimahullah menjelaskan dalam kesempatan yang lain bahwa gambar makhluk bernyawa boleh dibawa kalau sedang darurat. Syaikh ibnu Utsaimin ditanya , “dalam majelis sebelumnya ,engkau katakan bahwa oleh membawa gambar dengan alasan darurat.

Darurat yang dimaksud adalah seperti gambar yang ada pada mata uang atau memang gambar tersebut adalah gambar ikutan yang tidak bisa kita harus turut serta dibawa atau keringanan dalam qiyadah ( pimpinan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *