Inilah 4 Jenis Makanan Sehat Menurut Al Qur’an, Sejatinya

Inilah 4 Jenis Makanan Sehat Menurut Al Qur’an, Sejatinya

Inilah 4 Jenis Makanan Sehat Menurut Al Qur’an, Sejatinya, Islam adalah agama yang mengatur pola hidup muslim yang menyeluruh, termasuk juga soal pola makan sehari hari. Seperti yang diketahui, tidak semua jenis makanan dapat dikonsumsi menurut Islam, sebab ada beberapa jenis makanan yang berdampak tidak baik terhadap kesehatan jika dikonsumsi, maka Islam mengharamkan makanan yang termasuk dalam kriteria makanan tersebut.

Allah berfirman dalam al qur’an surat al Baqarah ayat 172-173:

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah diantara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Makanan Sehat Menurut Al Qur’an

Islam tidak hanya menganjurkan kita untuk mengkonsumsi makanan yang halal saja, namun Islam juga menganjurkan kita untuk mengkonsumsi makanan yang baik. Baik yang dimaksud adalah sehat dan bergizi.

Dalam hal ini, petunjuknya ada dalam al qur’an. Di sana disebutkan tentang beberapa jenis makanan sehat yang baik untuk dikonsumsi manusia. Berikut ini ulasannya:

1. Daging dan ikan

Dalam Q.S. An Nahl ayat 5 dan Q.S. Fatir ayat 12: “Dan ternak, Dia telah menciptakan mereka untukmu, di dalamnya ada kehangatan (pakaian) dan banyak manfaat, dan dari mereka yang kamu makan.” (Q.S. An Nahl [16]: 5)

“Dan dari mereka berdua (air tawar dan air asin) Anda makan daging yang segar (ikan).” (Q.S. Fatir [35]:12). 

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa dalam ikan terdapat kandungan protein yang tinggi, yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dalam menjalankan fungsi dari organ.

2.  Susu

Sudah bukanlah menjadi rahasia lagi bahwa susu adalah minuman yang mengandung nutrisi. Salah satu kandungan dalam susu yang sudah banyak dikenal oleh sebagian orang adalah kalsium. Kalsium adalah zat yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga dan memaksimalkan fungsi tulang dan gigi.

Dalam Q.S. An Nahl ayat 66: “Dan sesungguhnya di dalam ternak ada pelajaran bagimu. Kami memberi Anda minum dari apa yang ada di perut mereka, dari antara ekskresi dan darah, susu murni, enak dimakan oleh peminum. “(Q.S. An Nahl [16]:66). 

3. Buah-buahan dan sayur-sayuran.

Dalam Al Quran juga menyebutkan bahwa buah dan sayur adalah makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi. Buah yang paling sering disebut dalam AL Quran adalah buah kurma dan anggur. Allah berfirman dalam Q.S. An Nahl ayat 67: “Dan dari buah pohon kurma dan anggur, Anda menginginkan minuman keras dan bekal yang baik.” (Q.S. An Nahl [16]:67). 

Adappula ayat yang menyebutkan buah dan sayuran secara umum yaitu di dalam Q.S. Al An’am ayat 99: “Dialah yang menurunkan hujan dari langit, dan dengan itu Kami menghasilkan tumbuh-tumbuhan dari segala jenis, dan daripadanya Kami menghasilkan gandum yang berkerumun tebal. Dan dari pohon kurma dan serentetannya datang kumpulan kurma tergantung rendah dan dekat, dan kebun buah anggur, buah zaitun dan buah delima masing-masing serupa (dalam bentuknya) namun berbeda (dalam variasi dan rasa). Lihatlah buahnya saat mereka mulai menanggung, dan kematangannya. “(Q.S. Al An’am [6]:99).

4. Madu

Allah berfirman dalam Q.S. An Nahl ayat 69: “Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia’. kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (Q.S. An Nahl [16]:69).

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *