Islam Melarangnya, Menitipkan Anak Kepada Orangtua

Islam Melarangnya, Menitipkan Anak Kepada Orangtua

Orang tua sudah melahirkan kita, merawat  dari baru lahir sampai dengan dewasa. Dan disaat kita sebagai anak menikah dan juga mempunyai anak ,  di masyarakat  kebanyakan anak  kita  yang merawat bukannya kita sebagai orang tua tetapi orang tua kita yang sekarang statusnya menjadi nenek.  Apakah kita pernah berfikir orang tua kita sudah sangat capek merawat kita dan juga saudara-saudara kita dari baru lahir sampai dengan menikah sekarang. Dan di saat orang tua kita punya cucu  malah yang merawat nenek nya (orang tua). Memang orang tua kita tidak akan pernah menolak , tetapi  kita setidaknya peka ,  janganlah kita  sebagai anak membebankan  anak kita kepada orang tua kita. Biarkan orang tua kita menikmati masa tua nya. kalau dia mau ngajak cucu nya, mereka hanya sekedar mengajak bermain dan bukan merawatnya.

Rasulullah bersabda

 “ … pria adalah pemimpin dalam keluarganya, ia akan ditanya tentang kepemimpinannya, wanita adalah pemimpin rumah  suami dan anak-anaknya, ia akan ditanya tentang kepemimpinannya…”  ( HR. Bukhari Muslim)

Dari hadits diatas seorang wanita  kelak akan dimintai tanggung jawab terhadap anak-anaknya. Dan tanggung jawabnya tidak akan pindah begitu saja ke orang lain walaupun  menitipkan anaknya kepada orang  lain.

Perlu kita ketahui kalau orang  tua mempunyai  kewajiban merawat, memberikan pendidikan, mengajarkan akhlak yang baik, memberi makan, baju, dan rumah  untuk anak. Dan semua itu merupakan hak anak.  Dan yang paling penting adalah menjaga anak-anak dari api neraka.

Allah berfirman  yang artinya:

“ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” ( Q.S. At Tahrim:6)

Ayat diatas sangat jelas kalau kewajiban dalam mendidik anak adalah kewajiban  dari orang tua . tetapi jika kedua orang tua nya bekerja  dan menitipkan anak-anaknya pada orang tua  atau mertua ?

Di era sekarang seorang wanita (istri) sangat jarang sekali yang dima di rumah mengurus rumah tangga dan merawat anak dirumah. Ini disebabkan karena seorang istri yang kurangnya bersyukur dan minim nya ilmu menjadi seorang istri. Disaat seorang suami bekerja dan hanya mendapatkan rezeki yang  banyak, dan nafkahnya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Maka dengan alasan seperti ini, seorang istri akan ikut bekerja dengan alasan membantu perekonomian keluarga. Dan anak-anaknya akan dititipkan ke kakek dan neneknya. Atau dengan tetangga.

Kalau kalian  sebagai istri yang bekerja dengan tujuan nya membantu perekonomian keluarga dan anak-anak dititip kepada mertua atau ibu kandung kita. Coba kalian pikirkan baik baik, Apakah kalian sudah meyakini kalau orang tua atau mertua  akan mendidik anak-anaka dengan baik?   Apakah mereka tidak merasa terganggu dengan kehadiran anak kita yang sering membuat mereka lelah menghadapinya??

Imam Abu Al –hamid  al –ghazali radhiyallahu anhu  berkata :

“Jika anak dibiasakan dan dididik untuk melakukan kebaikan, maka dia akan tumbuh menjadi baik dan menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat kelak. Setiap orang yang mendidiknya (orang tua maupun pendidik lain) akan turut mendapatkan pahala sebagaimana pahala sang anak atas amal shalihnya. Jika dibiasakan dengan keburukan dan ditelantarkan seperti hewan ternak, maka ia akan menjadi orang yang celaka dan binasa. Dosa yang diperbuatnya turut ditanggung oleh orang-orang yang berkewajiban mendidiknya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *