Jangan Risau, Rezeki Seorang Hamba Tidak Akan Tertukar

Jangan Risau, Rezeki Seorang Hamba Tidak Akan Tertukar

Rezeki adalah sebuah rahasia sulit untuk ditebak, yang merupakan rahasia dari Allah SWT. Setiap umat manusia telah memiliki takaran rezeki masing masing, sehingga tidak akan mungkin untuk tertukar.

Rezeki tidak ditentukan oleh sebuah pendidikan ataupun sebuah profesi yang dijalani. Banyak orang yang tidak berpendidikan namun dapat sukses menjadi orang yang kaya dan tidak jarang pula banyak orang yang menjalankan sebuah profesi yang menjanjikan namun tidak pernah berkecukupan. Sebagai umat yang jalan di jalan Allah, kita hanya bisa berusaha dalam mencari rezeki namun hasilnya hanya Allah yang mampu menentukannya.

Allah menyuruh ketika diatas jangan sombong dan tetap rendah hati, ketika dibawah tetap sabar dan selalu ikhtiar. Manusia hanya berusaha, Allah yang akan memberi kepada siapa yang dikehendaki.

“ Sesungguhnya tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki – Nya diantara hamba – hamba – Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki Nya). “ ( QS. Saba : 39 )

Saat rezeki lapang, kita harus bersyukur. Gunakan harta yang Allah berikan untuk kebaikan dan berada di jalan yang diridhoi – Nya.

Allah SWT berfirman yang berbunyi “ Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak – anak yang kami berikan kepada mereka itu (berarti), Kami bersegera memberikan kebaikan – kebaikan kepada mereka ?. Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar” (QS. Al Mu’min : 55-56)

Dari ayat diatas bisa kita ambil pelajaran bahwa kadang rezeki yang Allah berikan itu adalah istidraj. Kadang seorang yang suka menerjang larangan Nya, tidak taat pada perintah Nya namun Allah memberikan rezeki yang berlimpah.

“ Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami Pun membukakan semua pintu – pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong – konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa” (QS Al An’am : 44)

Namun ketika kita memperoleh rezeki yang yang sempit, bukan berarti Allah tidak mencintai kita melainkan karena suatu kebaikan.

Tatkala rezeki sedang sempit bersabarlah dan selalu berdoa dan berusaha. Allah selalu mendengar doa dari hambanya.

“ Sesungguhnya rizki akan akan mengejar seorang hamba seperi ajal mengejarnya “ (HR. Ibnu Hibban, dihasankan oleh Syekh Al Bani)

Hadist diatas menjelaskan bahwa rezeki sifatnya netral, akan datang kepada siapa yang Allah kehendaki. Rezeki seperti halnya ajal yang selalu ada dibelakang kita mengintai dan menemui saat waktunya tiba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *