Kenapa Daging Kurban Tidak Boleh Lebih Dari Tiga Hari?

Kenapa Daging Kurban Tidak Boleh Lebih Dari Tiga Hari?

Kenapa daging kurban tidak boleh lebih dari tiga hari? Dalam permasalahan menyimpan daging kurban tidak boleh lebih dari tiga hari ini adalah  pendapat  yang diriwayatkan dari Ali bin abi thalib dan Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhum.

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu pernah berkhutbah pada waktu shalat idul adha , ia melarang menyimpan daging qurban lebih dari tiga hari. Dari Abu Ubaid – mantan budak Ibnu Azhar – Beliau Menceritakan,

“Saya pernah shalat id bersama Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu. Beliau shalat sebelum khutbah. Kemudian beliau berkhutbah, mengingat masyarakat. Beliau menyampaikan,

‘Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kalian untuk makan daging qurban kalian lebih dari 3 hari. Karena itu, janganlah kalian makan (lebih dari 3 hari).’ (HR. Muslim 5210, dan Nasai 4442).

Dan di riwayat dari Ibnu Umar , kalau beliau tidak mau makan daging qurban yang sudah disimpan selama tiga hari . dari Salim – putra Ibnu Umar- bahwa Ibnu Umar Mengatakan,

“ Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang makan daging sembelihan lebih dari 3 hari. “

 Salim menceritakan kondisi bapaknya,

“Karena itu, Ibnu Umar tidak mau makan daging qurban lebih dari 3 hari.” (HR. Muslim 5214 dan Ibnu Hibban 5924).

Tetapi di negeri kita indonesia dalam masalah menyimpan daging qurban lebih dari tiga hari itu diperbolehkan. Karena para ulama dari kalangan sahabat, tabi’in, empat imam madzhab, dan lainnya.mayoritas berpendapat di bolehkan menyimpan daging qurban ;lebih dari tiga hari.  Dalilnya sebagai berikut:

diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Dari Abdurrahman bin Abis dari ayahnya, bahwa beliau pernah bertanya kepada Aisyah, 

“‘Benarkah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melarang makan daging qurban lebih dari 3 hari?’

Jawaban dari Aisyah,

“ Beliau hanya melarang hal itu karena kelaparan yang dialami sebagian masyarakat. sehingga beliau ingin agar orang yang kaya memberikan makanan (daging qurban) kepada orang miskin. Karena kami menyimpan dan mengambil daging paha kambing, lalu kami memakannya setelah 15 hari. (HR. Bukhari 5107).

Dalam pendapat larangan makan daging qurban lebih dari 3 tahi itu sudah di hapus.   Berikut beberapa hadits yang menunjukkan hal tersebut antaranya ,

Hadits dari Salamah bin al-Akwa’ radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang menyembelih hewan qurban, janganlah dia menyisakan sedikitpun dagingnya di dalam rumahnya setelah hari (Tasyrik) yang ketiga (tanggal 13 Dzulhijjah, pent).” Ketika tiba hari raya qurban tahun berikutnya, mereka (para sahabat) bertanya; “Wahai Rasulullah, apakah kami melakukan sebagaimana tahun lalu?” Beliau menjawab: “(Tidak), untuk sekarang, silahkan kalian makan, berikan kepada yang lain, dan silahkan menyimpannya. Karena sesungguhnya pada tahun lalu manusia ditimpa kesulitan 

(kelaparan), sehingga aku ingin kalian membantu mereka (yang membutuhkan makanan, pent)”. (HR. Bukhari no. 5249, dan Muslim no.1974).

 Dari penjelasan diatas  kita bisa mengambil kesimpulan  bahwa diperbolehkan seseorang menyimpan daging qurbannya. Dan tidak  ada masa maksimal penyimpanan. Karena  Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberikan batas waktu maksimal penyimpanan hasil qurban itu.

Dibolehkannya menyimpan hasil kurban lebih dari tiga hari itu berarti  diperbolehkannya untuk menyimpan daging kurban dalam kemasan kaleng atau di kaleng-kan dibuat kornet, dalam hal ini terdapat manfaat kalau hasil kurban  di kalengkan seperti ini:

1- Mudah tahan lebih lama.

2- Ukuran jatah lebih jelas bagi setiap penerima.

3- Mudah didistribusikan dan lebih praktis dikonsumsi.

Jadi selama pemotongan atau penyembelihan kurban dilakukan di hari idul adha dan hari tasyrik (11 dan 12 Dzulhijjah) dan cara penyembelihannya benar. Juga diolah dengan bahan yang dijamin kehalalannya, maka sah saja  menyimpan daging kurban dengan mengalengkannya atau mengemas daging kurban dalam kaleng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *