Kenyang sebelum Makanan Habis, Apa yang Harus Dilakukan?

Kenyang sebelum Makanan Habis, Apa yang Harus Dilakukan?

Kenyang sebelum Makanan Habis, Apa yang Harus Dilakukan? Banyak orang yang kerap kali mempertanyakan, manakah yang lebih baik melanjutkan makanan atau membiarkan makanan menjadi sisa dikala perut sudah kenyang.? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami telah memberikan penjelasan yang dapat anda simak di bawah ini.

Makan atau Sudahi.?

Sebagian masyarakat kerap kali merasa dilema di kala makanan mereka tidak habis namun sementara perut sudah merasa kenyang. Dalam kondisi ini, akan ada 2 pilihan yang akan dapat diambil yaitu menghabiskan makanan dan menyudahi makan, sehingga makanan yang tidak termakan menjadi mubazir. 

Perbuatan Mubazir

Perbuatan tersebut tentunya tidak baik, sebab mubazir terhadap makanan sama halnya dengan  menyia nyiakan harta yang merupakan perbuatan yang dilarnag oleh Allah SWT, seperti apa yang telah dijelaskan di dalam Al Quran 

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا* إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu sangat inkar kepada tuhannya” (QS. Al-Isra’, Ayat 26-27). 

Melanjutkan makan disaat kenyang

Sedangkan memilih untuk melanjutkan makan yang padahal perut sudah merasa kenyang juga merupakan suatu hal yang dilarang dalam Islam, seperti apa yang telah disampaikan dalam Al 

 وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Makan dan minumlah kalian dan janganlah kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-A’raf, Ayat 31)

Berdasarkan dalil dan penjelasan di atas sepertinya kita disudutkan pada posisi yang serba salah. Namun dalam hal tersebut, perlu kiranya untuk dipahami secara utuh apakah benar logika yang disampaikan bahwa tidak meneruskan atau tidak menghabiskan makanan termasuk bagian dari mubazir.?

Pada Hal tersebut, perlu ditekankan bahwa pengertian dari mubazir adalah menggunakan sesuatu yang tidak pada tempatnya, misalnya seperti melempar makanan, membuang makanan, dan lainnya. Pengertian tersebut sama halnya seperti yang telah dijelaskan dalam kitab Faid al-Qadir: 

والسرف صرف الشئ فيما ينبغي زائدا على ما ينبغي والتبذير صرفه فيما لا ينبغي

“Arti israf adalah menggunakan sesuatu berlebihan dari ketentuan yang dianjurkan. Sedangkan arti mubazir adalah menggunakan sesuatu pada tempat yang tidak dianjurkan” (Abdurrouf al-Munawi, Faid al-Qadir, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, 1994, juz 5 Hal. 131) Jika dipandang dari sudut pandang pengertian mubazir saja seolah-olah permasalahan ini (kenyang sebelum makanan habis) terhimpun dalam kategori mubazir. 

Pada saat seseorang membiarkan makanannya tidak habis, Namun ternyata, secara ketentuan dari haramnya mubazir atau menyia nyiakan harta hanya berlaku dalam penggunaan yang muncul dari sebuah pertanyaan seseorang atau fi`lu, sehingga tidak mencangkup terhadap membiarkan makanan untuk tidak dihabiskan makanan, sebab hal ini tergolong bagian dari meninggalkan pekerjaan (tark) yang tidak sampai terkena hukum haram untuk dilakukan. 

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, kita dapat memetik sebuah kesimpulan yang dimana akan lebih baik untuk menyudahi makan di saat perut sudah terasa kenyang, dan membiarkan makanan tidak dihabiskan sebab itu tidak termasuk dalam mubazir. Jika memiliki makanan yang lebih dan tidak tersentuh, maka sebaiknya sedekahkan saja, sebab sedekah akan jauh lebih baik dibandingkan dengan membuang makanan dan sedekah pastinya memiliki banyak keutamaan bagi siapa saja yang ingin melaksanakannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *