Kisah Perjalanan Lebaran Anak Yatim

Kisah Perjalanan Lebaran Anak Yatim

Kisah Perjalanan Lebaran Anak Yatim. Indonesia sangat terkenal dengan beraneka ragam suku dan budaya, tetapi banyak juga tradisi yang  berada di Indonesia ini, seperti halnya lebaran anak yatim. Lebaran anak yatim ini memang sudah terkenal di kalangan masyarakat kita , yang dirayakan pada bulan muharram yaitu di  tanggal 10 muharram.

Dalam tradisi ini tidak semua yang meyakini tetapi banyak juga yang menjalankannya. Lebaran anak yatim ini dijadikan  pada moment di hari asyura  untuk melakukan malan berbagi kepada anak yatim. Diketahui keutamaan menyantuni anak yatim dan itu dilakukan setiap waktu, yang bukan dikhususkan pada momen  setahun sekali. Mereka yang melakukan lebaran anak yatim tersebut berdalil  dengan hadits yang bermasalah. Berikut bunyi hadits yang mereka yakini:

“Siapa yg mengusapkan tangannya pada kepala anak yatim, di hari Asyura’ (tgl 10 Muharram), maka Allah akan mengangkat derajatnya, dengan setiap helai rambut yg diusap satu derajat“. Diketahui kalau  hadits ini jalur sanad hadits nya matruk ( ditinggalkan ). Maka dalam Mengkhususkan  menyantuni dan mengasihi anak yatim pada hari Asyura dengan menggunakan dalil ini tidaklah tepat.

Kita sebagai umat muslim diperintahkan untuk menyantuni dan selalu membahagiakan anak yatim setiap saat , bukan hanya di moment tertentu saja. Kalau saja terdapat orang yang mengkhususkan pada 10 muharram  saja, maka perlu mendatangkan dalilnya yang shahih , kalau tidak ada maka orang tersebut sudah membuat amalan yang mengada-ada, alias Bid’ah.

Ibnu Taimiyah rahimahullah Mengatakan,

“Jika Allah dan Rasul-Nya menetapkan suatu amalan dengan maksud umum dan mutlak, maka itu tidak menunjukkan mesti dikhususkan dengan cara dan aturan tertentu.” (Majmu’ Al Fatawa, 20: 196). Ketika Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak untuk menyantuni anak yatim secara mutlak, maka jangan dikhususkan pada momen tertentu seperti pada hari Asyura.

Terdapat  beberapa hadits yang disebutkan oleh Imam Bukhari dalam kitab beliau Adabul Mufrad. Tentang keutamaan Menyantuni Anak Yatim Sebagai berikut

Dari Abu Hurairah, berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Orang yang berusaha menghidupi para janda dan orang-orang miskin laksana orang yang berjuang di jalan Allah. Dia juga laksana orang yang berpuasa di siang hari dan menegakkan shalat di malam hari.” (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 131, shahih) Lihat As Silsilah Ash Shahihah (2881): [Bukhari: 69-Kitab An Nafaqat, 1-Bab Fadhlun Nafaqoh ’ala Ahli. Muslim: 53-Kitab Az Zuhd, hal. 41]

Dari Ummu Said  binti  Murrah Al Fihri, dari ayahnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

“Kedudukan dan orang yang mengasuh anak yatim di surga seperti kedua jari ini atau bagaikan ini dan ini.” [Salah seorang perawi Sufyan ragu apakah nabi merapatkan jari tengah dengan jari telunjuk atau jari telunjuk dengan ibu jari]. (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 133, shahih) Lihat As Silsilah Ash Shahihah (800)

Dari Sahl bin Sa’ad, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

“Kedudukan dan orang yang menanggung anak yatim di surga bagaikan ini.”   [Beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya]. (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 135, shahih) Lihat As Silsilah Ash Shahihah (800): [Bukhari: Kitab Al Adab, 24-Bab Fadhlu Man Yaqulu Yatiman]

BERBUAT BAIK PADA ANAK YATIM

Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah didatangi oleh seseorang yang mengeluhkan kerasnya hatinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menyarankan,

“Apakah engkau suka hatimu menjadi lembut dan kamu mendapatkan hajatmu (keperluanmu)? Rahmatilah anak yatim, usaplah kepalanya, dan berikanlah makan kepadanya dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lembut dan niscaya kamu akan mendapatkan hajatmu.” (HR. ‘Abdurrazaq dalam mushannafnya, 11:97. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, 2544).

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *