Manusia Dalam Perspektif  Al Quran

Manusia Dalam Perspektif  Al Quran

Dengan  pengetahuan yang luas  diketahui banyak  membahas tentang manusia, kodrat dan juga kedudukannya dengan dalamnya dan kepekaan bahasa arab dimana dalam setiap pernyataan  bisa membuat para pembaca untuk bertadabbur, tabashur, tadzakkur dan tafakur.

Penelitian yang sesuai nalar dan juga dengan perenungan yang dalam dan utamanya manusia saat diciptakan sampai tampak di kehidupan. Seperti yang disebutkan di alquran QS AL-Thariq (86):5

Artinya : “Maka Hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan?”

Dan di dalam QS . Al Dzariyat (51):21

Artinya : “Dan Pada dirimu sendiri, Apakah Kamu tidak memperhatikan?”

Proses terciptanya manusia berawal  dari nutfah atau dari turab  yang secara ajaib bisa berevolusi menjadi  dewasa dan  bertebaran  di muka bumi. Manusia disebut juga sebagai makhluk fisika yang dimana disini perlu kita ketahui kalau jin juga disebut dengan sebagai makhluk metafisika,  dan di dalam kehidupan  mereka mendapat predikat “ahsan hayawan  al-Natiq “   manusia mempunyai keterampilan  dalam berpikir dan berbicara yang bisa melakukan ekspresi  pada dirinya   untuk mempertahankan hidup dan pergaulan.

Sebagai  makhluk  yang memiliki akal  manusia  juga  diberi  sebutan  yang  bergengsi yaitu ulu  al-albab. “Sebagai penyandang ulu  al-albab manusia tidak  hanya  memiliki sikap ontologis tetapi juga sikap aksiologis. Manusia yang tersusun dari dua unsur, materi dan immateri, jasmani dan rohani. Tubuh manusia berasal dari tanah dan ruh atau jiwa  berasal dari  substansi  immateri di  alam gaib. Eksistensi manusia dewasa ditantang  kemampuannya  untuk  merenungkan  dan  berpikir  tentang  dirinya,  orang lain dan juga jagat raya, untuk menjadikan semua itu bermakna dan bermanfaat.

Manusia  juga termasuk orang universal dan netral sebagai makhluk sosial seperti pernyataan Al Quran QS . Al Hujurat (49)0:13.

Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki  dan  seorang perempuan  dan  menjadikan  kamu  berbangsa-bangsa  dan  bersuku-suku  supaya  kamu  saling kenal-mengenal”

Secara umum manusia digambarkan memiliki potensi atau sifat yang beragam,  sifat positif ataupun negatif . Perhatikan firman allah:

QS.Al Alaq (96);4-5

Artinya: “Yang  mengajar(manusia)  dengan  perantaran  kalam,  Mengajarkan  kepada  manusia  apa yang tidak diketahuinya”

QS.Al Alaq (96):6

Artinya : “ Ketahuilah ! sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas”.

Pada al quran surat Al alaq ayat 4-5 yang disebutkan diatas  ialah allah subhanahu wa ta’ala  menegaskan tentang  pemberian ilmu melalui “Qalam” ( tulisan) .  ini adalah  sebuah anugrah yang besar sebab dengan tulisan satu generasi terdahulu dapat mentransfer ilmu dan pengalamannya kepada suatu generasi yang akan datang kemudian. Sebagai penerima ilmu , manusia (al- insan ) ini mempunyai potensi dan sifat positif. Sedangkan pada QS Al alaq  ayat 6  di atas menandakan kalau manusia juga mempunyai potensi atau sifat negatif dengan cara melanggar hukum dan aturan-aturan yang bisa membawa ke lembah dosa.

Al quran yang dengan informasi yang bervariasi  dalam  berbagai  ayat. Penciptaan yang memang eksklusif yang juga berbeda dengan penciptaan manusia pada umumnya seperti adam dan isa.  Yang dikuatkan dalam ayat al quran QS . Ali Imran (3) :59

Artinya : ´ “Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan  Adam  dari tanah,  kemudian  Allah  berfirman  kepadanya:  “Jadilah”  (seorang manusia), Maka jadilah Dia.”

 Dan senada juga dengan ayat  diatas  dengan adanya penambahan informasi yang lebih lengkap ,  dalam alquran QS . Al Sajdah ( 32):7-9

Artinya:

  1. Yang  membuat  segala sesuatu  yang  Dia  ciptakan  sebaik-baiknya  dan  yang  memulai penciptaan manusia dari tanah

.8. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani).

  1. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan  bagi  kamu  pendengaran,  penglihatan  dan  hati;  (tetapi)  kamu  sedikit  sekali bersyukur

 Demikian penjelasan singkat  Manusia dalam Perspektif Al quran . semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *