Pelasan Tentang Pahala Memberi Makan Sesama muslim

Pelasan Tentang Pahala Memberi Makan Sesama muslim

Dalam agama Islam, kita diajarkan untuk saling membantu dan memberi kepada saudara saurada kita yang membutuhkan.

Memberi makan kepada saudara yang membutuhkan merupakan salah satu bentuk memberi dan membantu saudara yang membutuhkan. Memberi makan juga menjadi sumber dari pahala yang kelak akan menjadi buah manis di akhirat.

Memberi makan kepada sesama muslim juga dijelaskan di dalam beberapa hadis seperti

Tak hanya berpahala, memberi makan bahkan dipuji oleh Nabi SAW, “Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah orang yang memberi makan.” (HR. Thabrani). Seorang laki-lai bertanya kepada Nabi SAW, “Perbuatan apa yang terbaik di dalam Islam?” Nabi SAW menjawab, “Kamu memberi makan kepada orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya di surga terdapat sejumlah kamar yang bagian luarnya terlihat dari bagian dalamnya dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya. Lalu seorang Arab Badui berdiri lalu bertanya, “Ya Rasulullah untuk siapa kamar-kamar itu?” Nabi SAW menjawab, “…untuk orang yang memberi makan …” (HR. Turmudzi).

Tak hanya beroleh kamar khusus, orang yang memberi makan juga akan masuk surga dari pintu khusus. Nabi SAW informasikan, “Barangsiapa yang memberi makan kepada seorang mukmin  hingga membuatnya kenyang dari rasa lapar, maka Allah akan memasukkannya ke dalam salah satu pintu surga yang tidak dimasuki oleh orang lain.” (HR. Thabrani).

Memberi makan tidak harus menunggu menjadi kaya dan berlebihan makanan. Sebab memberi makan dalam keadaan sempit pahalanya sangat besar di hadapan Allah SWT. Bahkan dapat melindungi pelakunya dari siksa neraka. Nabi SAW bersabda, “Api neraka merasa takut walaupun dengan sebiji kurma (yang kalian berikan untuk orang yang lapar).” (HR. Bukhari)

Di dalam Alquran disebutkan bahwa orang yang memberi makan akan dapat menempuh jalan mendaki dan sukar (aqabah). Allah SWT bertanya, “Dan tahukah kamu apakah kiranya jalan yang mendaki dan sukar itu?” (QS. al-Balad/90: 12). Pertanyaan ini dijawab sendiri oleh Allah SWT, “…Memberi makan pada hari kelaparan.” (QS. al-Balad/90: 14).

Di dalam Alquran juga disebutkan bahwa orang yang tidak mau memberi makan adalah sebagai pendusta agama. Allah SWT bertanya, “Tahukah kamu siapa orang yang mendustakan agama?” (QS. al-Ma’un/107: 1) Menurut Allah SWT dialah, “(Orang yang) tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.” (QS. al-Ma’un/107: 3).

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *