Zikir Sebagai Terapi Penyakit Hati

Zikir Sebagai terapi penyakit hati manusia merupakan  makhluk ciptaan allah Subhanahu wa ta’ala  Yang Paling sempurna. Tetapi manusia juga tidak sempurna sekali , karena masih saja memiliki dosa yang disengaja maupun tidak disengaja. 

Kurang lebih tinggal 30 hari lagi umat muslim akan  menyambut bulan yang penuh berkah dan juga penuh akan pahala yang dimana setiap ibadah sekecil apapun  pahalanya akan dilipat gandakan.  Bersihkan hati kita dari  dengki, sombong, ujub,  kikir dan yang penyakit lainnya. Agar hati kita bisa bersih menyambut bulan yang penuh  berkah ini.  Cara yang paling ampuh untuk membersihkan hati  kita adalah dengan mengingat allah Subhanahu wata’ala  dengan cara berzikir.

Dzikir adalah cara yang paling ampuh dalam menyembuhkan penyakit hati. Dengan berdzikir hati kita akan terasa tenang. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala:

Artinya :  “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” ( QS Ar Ra’d :13)

Allah ta’ala memerintahkan untuk melakukan dzikir dengan terang perintah tersebut terdapat di dalam firman Allah :

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.”  ( QS AL Ahzab 41-42)

Orang muslim yang beriman kepada allah memiliki hati dan jiwa yang selalu ingin mendekatkan diri kepada sang penciptanya. Jika kita sudah berdzikir tapi hati kita belum merasakan ketenangan . ini menandakan kalau iman  masih kurang atau berkurang. Perbaikilah iman kita yang kadang naik dan kadang turun . beriman tidak merasa tenang bisa jadi kita kurang dzikir. Dzikir terus  menerus tanpa dilandasi dengan keimanan juga nonsense.

Berikut beberapa  catatan dalam berdzikir

  1.   Ingatlah allah , Maka Allah akan Mengingat kita

Allah Ta’ala  Berfirman:

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 152).

Ibnul Qayyim mengatakan,  “Seandainya tidak ada keutamaan dzikir selain yang disebutkan dalam ayat ini, maka sudahlah cukup keutamaan yang disebut.” (Shahih Al-Wabil Ash-Shayyib, hlm. 83)

  1.   Berdzikirlah yang banyak

Allah Ta’ala  Berfirman:

“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35).

  1.   Mengikuti Tuntunan Nabi

Ada doa sebelum tidur yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai berikut.

ALLAHUMMA ASLAMTU NAFSII ILAIK, WA FAWWADHTU AMRII ILAIK, WA WAJJAHTU WAJHIYA ILAIK, WA ALJA’TU ZHOHRII ILAIK, ROGH-BATAN WA ROHBATAN ILAIK, LAA MALJA-A WA LAA MANJAA MINKA ILLAA ILAIK. AAMANTU BI KITAABIKALLADZII ANZALTA WA BI NABIYYIKALLADZII ARSALTA.

Artinya: “Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, aku menyandarkan punggungku kepada-Mu, karena senang (mendapatkan rahmat-Mu) dan takut terhadap (siksaan-Mu, bila aku melakukan kesalahan). Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dari (ancaman)-Mu, kecuali (berlindung) kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab yang telah Engkau turunkan dan (kebenaran) Nabi-Mu yang telah Engkau utus.”

Al-Bara’ bin ‘Azib ketika membaca doa ini, ia menyebut “WA BI ROSULIKALLADZI ARSALTA”, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegur dengan mengatakan, “Bukan seperti itu, namun bacalah WA BI NABIYYIKALLADZII ARSALTA.” (HR. Bukhari, no. 6313 dan Muslim, no. 2710)

  1.   Dzikir dengan lirih lebih baik

Allah Ta’ala  Berfirman:

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raf: 205).

  1.   Berdzikir Pagi dan Petang

Allah Ta’ala  Berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41-42).

Semoga kita menjadi seseorang yang ahli dzikir yang ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Nabi Shallallahu alaihi wasallam

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *